Foto: Gubernur Koster memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8).
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membacakan pidato dalam Apel Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang diikuti oleh seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8).
Selain itu, ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan tanggung jawab untuk pembangunan Bali serta kesejahteraan masyarakat wajib terus dipupuk demi mewujudkan Bali Era Baru, yakni Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan secara sekala-niskala.
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengangkat tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang memiliki arti tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.
Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang dilakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung tinggi integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab ini menjadi modal utama demi Nindihin Gumi Bali untuk mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan secara Niskala-Sakala.
Dalam pidatonya, Gubernur Wayan Koster menegaskan salah satu pencapaian pembangunan fundamental yang patut disyukuri bersama, yaitu keberhasilan memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang resmi diundangkan pada 4 Mei 2023.
“Pencapaian pembangunan yang patut kita syukuri bersama adalah telah berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada tanggal 4 Mei Tahun 2023. Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Wayan Koster.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa UU Provinsi Bali tersebut telah dijadikan sebagai payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125).
Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ini telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan di-pasupati pada Sabtu (Saniscara Paing, Langkir), 19 Agustus 2023, bertempat di Pura Penataran Agung Besakih.
Periode 2025–2030 menjadi momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun tersebut. Keberhasilan pelaksanaan pada lima tahun pertama ini akan menjadi fondasi utama yang menentukan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali hingga 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang zaman.
Pembangunan Bali 100 Tahun ke depan diselenggarakan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi ini bertujuan untuk menjaga unteng (inti/kekuatan utama) alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia.
Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana—pembangunan yang terencana, terarah, terpola, dan terintegrasi secara menyeluruh dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, serta satu tata kelola.
Untuk periode 2025–2030, Pembangunan Bali difokuskan pada Enam Bidang Prioritas, yaitu: Prtama: Adat, agama, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal. Kedua : Kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan. Ketiga: Transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali. Keempat: Infrastruktur darat, laut, dan udara, serta transportasi. Kelima: Lingkungan, hutan, dan energi, dan keenam: Keamanan Bali.
Seluruh bidang prioritas tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara bergotong royong dan penuh tanggung jawab sehingga Bali mampu bertransformasi menjadi pulau digital yang berkualitas.
Pelaksanaan apel peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali ini berlangsung khidmat. Selain dihadiri oleh jajaran jajaran ASN dan pegawai Pemprov Bali, dukungan penuh juga terus mengalir dari Pemerintah Provinsi Bali, keluarga, dan sekolah.
Dengan apresiasi langsung dari Gubernur Wayan Koster, para siswa Bali diharapkan dapat tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaiknya saat berlaga membawa nama daerah di hadapan wakil-wakil dari 38 provinsi di Indonesia. (kbs)

