BerandaDaerahPiala Gubernur Bali 2026 Jadi Panggung Pembentukan Mental dan Regenerasi Atlet Gateball

Piala Gubernur Bali 2026 Jadi Panggung Pembentukan Mental dan Regenerasi Atlet Gateball

Gubernur Koster: Atlet Gateball Lokal Harus Terus Diberi Ruang dan Pengalaman Bertanding

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Turnamen gateball yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Bali pada 6-8 Agustus 2026 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Denpasar, KabarBaliSatu

Piala Gubernur Bali 2026 tak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Turnamen gateball yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Bali pada 6-8 Agustus 2026 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, juga menjadi ruang penting bagi atlet lokal untuk memperkuat mental sekaligus menambah pengalaman bertanding di level nasional.

Dampak positif itu terutama dirasakan atlet dari sejumlah daerah yang selama ini belum banyak mendapat kesempatan tampil dalam kompetisi berskala nasional. Wakil Ketua II Pergatsi Bali, I Ketut Ariantana, menyebut atlet dari Tabanan, Klungkung, dan Karangasem menjadi kelompok yang cukup merasakan manfaat tersebut.

“Dampaknya pasti bagus buat pengembangan mental atlet gateball lokal, terutama yang belum punya pengalaman bertanding di level nasional, seperti Tim Pergatsi Tabanan, Klungkung, dan Karangasem,” kata Ariantana kepada NusaBali, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas dan jam terbang berbeda menjadi modal penting bagi atlet daerah. Semakin sering tampil dalam kompetisi, atlet akan semakin terbiasa menghadapi tekanan pertandingan sekaligus mampu mengukur kemampuan mereka.

Di sisi lain, Piala Gubernur Bali 2026 juga memperlihatkan bahwa Bali memiliki kekuatan atlet gateball yang patut diperhitungkan. Hal itu tercermin dari keberhasilan Tim Beregu Pelindo A yang keluar sebagai juara pertama.

Menariknya, seluruh atlet yang memperkuat Pelindo A merupakan atlet asal Bali. Mereka telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional, bahkan internasional.

“Tim Beregu Pelindo A sebagai juara I turnamen ini, atletnya semua dari Bali yang sudah berpengalaman. Ini menjadi bukti Bali punya atlet gateball yang sudah handal. Tetapi tetap butuh regenerasi dan pengembangan,” ujar Ariantana.

Capaian tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan atlet gateball di Bali telah melahirkan pemain-pemain berkualitas. Namun, kekuatan itu perlu terus dijaga melalui proses regenerasi agar prestasi tidak berhenti pada generasi saat ini.

Dari sisi penyelenggaraan, Pergatsi Bali mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari penggunaan tempat pertandingan hingga penyediaan berbagai fasilitas pendukung. Dukungan tersebut mencakup tenaga kesehatan, keamanan, serta publikasi kegiatan.

Kehadiran Gubernur Bali dalam pembukaan dan penutupan turnamen turut meningkatkan antusiasme peserta. Koordinasi antara Pergatsi Bali dengan pengurus kabupaten/kota juga berjalan dengan baik.

Sementara itu, dukungan Pengurus Besar (PB) Pergatsi turut meningkatkan gengsi kompetisi. Kehadiran Ketua Umum PB Pergatsi yang juga menjabat Wakil Menteri Pekerjaan Umum menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen.

Meski berlangsung sukses, Pergatsi Bali mencatat sejumlah hal yang masih perlu dibenahi. Salah satunya terkait dukungan pihak ketiga yang dinilai belum maksimal. Pengajuan kerja sama dengan pihak sponsor atau mitra perlu dilakukan lebih awal, bahkan sejak satu tahun sebelum pelaksanaan.

Dari sisi jumlah peserta, target yang ditetapkan juga belum sepenuhnya tercapai. Panitia menargetkan 32 tim untuk masing-masing kategori, sementara jumlah pendaftar awal sempat mencapai 45 peserta.

Persaingan dengan turnamen lain turut menjadi tantangan. Pada periode yang sama, terdapat turnamen gateball di Bandung. Kondisi tersebut membuat sejumlah tim dari luar Bali memilih kompetisi yang dinilai lebih efisien dari sisi biaya transportasi dan akomodasi.

Upaya menghadirkan peserta dari luar negeri juga belum terealisasi. Salah satu kendalanya adalah informasi dari PB Pergatsi yang diterima relatif terlambat. Selain itu, sebelumnya juga terdapat rencana penyelenggaraan Turnamen Internasional Kementerian PU.

Berbagai catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pergatsi Bali untuk penyelenggaraan berikutnya. Persiapan lebih awal dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas turnamen, memperluas partisipasi peserta, sekaligus membuka peluang menghadirkan lebih banyak tim nasional maupun internasional.

Pergatsi Bali pun berencana mematangkan persiapan sejak jauh hari apabila mendapat restu dari Gubernur Bali dan PB Pergatsi. Kesiapan internal organisasi sebagai penyelenggara juga akan diperkuat.

“Ke depan, jika direstui Pak Gubernur dan PB Pergatsi, persiapan akan dilakukan lebih awal, termasuk juga kesiapan dari Pergatsi Bali sendiri sebagai pelaksana,” pungkas Ariantana. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini