BerandaDaerahPeringatan HUT ke-68 Provinsi Bali: Gubernur Koster Paparkan Proyek Strategis dan Arah...

Peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali: Gubernur Koster Paparkan Proyek Strategis dan Arah Pembangunan 100 Tahun

Mulai dari Tol Mengwi-Gilimanuk hingga Target Net Zero Emission 2045 Dipacu untuk Keberlanjutan Peradaban

Foto: Gubernur Koster saat menyampaikan pemaparan implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125) dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi Bali memperingati Puncak Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” (Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali) dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan pemaparan implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125) serta jajaran program super prioritas yang mencakup sektor lingkungan, infrastruktur, hingga pariwisata.

Mengacu pada prinsip sejarah dan landasan hukum daerah, Koster mengawali pidatonya dengan mengajak masyarakat mengenang rekam jejak tujuh Gubernur Bali terdahulu sejak berlakunya UU Nomor 64 Tahun 1958. Para pemimpin tersebut yakni Anak Agung Bagus Suteja (1959-1965), I Gusti Putu Martha (1965-1967), Soekarmen (1967-1978), Ida Bagus Mantra (1978-1988), Ida Bagus Oka (1988-1998), Dewa Made Berata (1998-2008), serta I Made Mangku Pastika (2008-2018).

Mengusung semboyan JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah), Koster bersama Wagub I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmen untuk mengabdi secara total (ngayah lahir dan batin) melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Pembangunan daerah saat ini telah diperkuat secara legal melalui UU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang memberikan pengakuan khas terhadap karakteristik Bali, Desa Adat, Subak, serta ruang konsolidasi perencanaan pembangunan daerah.

Di sektor keuangan dan pariwisata, Gubernur Koster melaporkan realisasi Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA) tahun 2025 yang berhasil mengumpulkan angka Rp369 miliar. Angka tersebut tercatat baru mencakup 35,4 persen dari total kunjungan wisman.

Sebagai langkah memperkuat pendanaan pembangunan di seluruh wilayah Bali, Pemprov merancang skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar 10 persen dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar. Dana ini nantinya disalurkan kepada Pemprov dan enam kabupaten lainnya untuk periode 2026–2030.

Di sisi lain, Pemprov Bali juga mengambil tindakan tegas terhadap akomodasi dan vila ilegal yang dipasarkan via Online Travel Agent (OTA), bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Terkait isu lingkungan, Koster menyampaikan progress signifikan pada pengelolaan limbah domestik serta pencapaian gerakan pemilahan sampah berbasis sumber.

“Gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber ini sudah berjalan dengan sangat masif. Memilah sampah dari rumah tangga sekarang ini tingkatnya sudah mencapai di atas 70 persen di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ujar Koster.

Selain optimalisasi di tingkat rumah tangga, Bali mendorong percepatan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bekerja sama dengan Danantara. Di saat yang sama, Gubernur Koster menyoroti tantangan ekologis lain seperti hilangnya fisik lahan sawah bersertifikat di Bali selatan akibat alih fungsi lahan dan isu air, serta ancaman abrasi pantai yang memerlukan penanganan iklim serius.

Atas komitmen lingkungan ini, langkah Bali mendapat apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies, hingga Koster diundang menjadi pembicara pada London Climate Action Week 2026 di Inggris. Bali resmi mencanangkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045, atau 15 tahun lebih awal dibanding target nasional.

Untuk menunjang konektivitas periode 2026–2029, Pemprov Bali memacu sejumlah proyek strategis, antara lain: Percepatan Tol Mengwi-Gilimanuk, Shortcut Singaraja-Mengwi, Underpass Jimbaran dan Tohpati, Groundbreaking Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung (dijadwalkan November 2026), hingga Penyelesaian Turyapada Tower (ditargetkan rampung Desember 2026).

Pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelestarian tradisi, diluncurkan program 1 Keluarga 1 Sarjana khusus bagi warga kurang mampu. Pemprov Bali juga memberikan insentif khusus untuk keluarga yang memberi nama anaknya Nyoman dan Ketut demi menjaga kearifan lokal agar tidak punah.

Menutup pidatonya, Koster menekankan krusialnya periode awal dari perencanaan jangka panjang ini bagi generasi Bali mendatang.

“Pembangunan Bali periode 2025-2030 merupakan momentum pertama. Keberhasilan momentum pertama lima tahun ke depan akan menjadi fondasi yang menentukan keberlanjutan peradaban Bali sampai 100 tahun ke depan. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan, harus sukses,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini