Foto: Gubernur Koster menyaksikan langsung pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) .
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam. Ribuan penikmat seni memadati arena pertunjukan untuk menyaksikan penampilan dua duta seni, yakni Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar, yang menghadirkan karya-karya berpijak pada tradisi, spiritualitas, serta kreativitas seni pertunjukan Bali.
Kehadiran Gubernur Koster yang didampingi jajaran kurator PKB turut menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah seniman maupun penonton memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama di sela-sela jalannya pertunjukan.
Pada malam itu, Kabupaten Bangli diwakili Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani. Penampilannya didampingi Sanggar Seni Semara Budaya, Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur.
Bangli membuka pementasan dengan membawakan Tari Ratu Kebasan, sebuah garapan yang mengangkat ritual sakral masyarakat Desa Songan. Karya tersebut menggambarkan perjalanan manusia menuju penyucian diri melalui proses spiritual yang diawali dengan gerak-gerak tenang, kemudian berkembang menjadi dinamika penuh energi ketika kekuatan suci hadir dalam prosesi kerauhan.
Koreografi yang sarat simbol menggambarkan transformasi batin manusia dalam melepaskan ego dan menyerahkan diri kepada kehendak alam semesta. Gerak spontan, lompatan, hingga hentakan yang intens membangun atmosfer magis yang menjadi ciri khas tradisi sakral tersebut.
Sementara itu, Kota Denpasar membuka penampilannya melalui Tari Banda Yowana, sebuah tari kreasi yang lahir pada 1987. Garapan tersebut mengisahkan sekelompok pemuda yang dipersatukan oleh semangat organisasi, kebersamaan, dan persaudaraan.
Komposisi gerak yang dinamis dan serempak merepresentasikan semangat generasi muda dalam membangun solidaritas sekaligus menjaga warisan estetika Tari Bangdu yang menjadi sumber inspirasi utama penciptaannya.
Memasuki sajian pamungkas, kedua duta seni kembali menampilkan karya monumental bernuansa magis yang mendapat apresiasi meriah dari ribuan penonton.
Bangli mempersembahkan garapan Merujaklalang, sebuah interpretasi artistik atas ritus sakral masyarakat Desa Songan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara pengabenan sekaligus identitas budaya masyarakat Bali Aga.
Pertunjukan tersebut menampilkan prosesi perebutan rumput ilalang sebagai simbol penyucian yang dikemas melalui tata gerak maskulin, dinamika Gong Kebyar, serta ritme dramatik. Simbol perebutan “rujak” dimaknai sebagai penghancuran ego jasmani menuju pemurnian jiwa, sebelum bermuara pada sukacita sebagai lambang keikhlasan menerima kematian sebagai proses transformasi spiritual.
Di sisi lain, Kota Denpasar menutup penampilannya melalui fragmentari Tamtam yang mengangkat kisah spiritual dua atma, Gina dan Gidul.
Dalam cerita tersebut, Gidul bereinkarnasi menjadi pengembara suci bernama Tamtam, murid Aji Saka dari Pulau Jawa. Sementara Gina bereinkarnasi menjadi Dewi Aryeswara di Kerajaan Mesir. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah sayembara, kemudian berkembang menjadi perjalanan spiritual menuju penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha.
Melalui alur dramatik yang sarat pesan filosofis, fragmentari tersebut menegaskan bahwa perjalanan hidup manusia pada akhirnya merupakan proses penyucian diri melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran dharma hingga mencapai pelepasan menuju swargaloka.
Usai menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan, Gubernur Koster mengapresiasi Parade Gong Kebyar Dewasa yang kembali menunjukkan bahwa Pesta Kesenian Bali tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni pertunjukan, tetapi juga wahana pelestarian nilai-nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui karya-karya kreatif yang berakar kuat pada tradisi. (kbs)

