Foto: Sekda Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar usai melaksanakan persembahyangan serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). Kegiatan spiritual yang bertepatan dengan Saniscara Umanis Wuku Watugunung ini menjadi momentum penting untuk memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan.
Suasana khusyuk tampak menyelimuti kawasan pura sejak pagi hari. Persembahyangan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot Denpasar.
Turut hadir mendampingi dalam kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, serta Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, berbaur bersama ratusan masyarakat Kota Denpasar.
Usai melaksanakan persembahyangan, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjelaskan bahwa Hari Suci Saraswati memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu, yakni sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia.
“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujar Sekda Eddy Mulya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pada hari suci ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Dewi Saraswati, yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra, sekaligus diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.
Tradisi perayaan Rahina Saraswati sendiri dirayakan umat Hindu melalui persembahyangan dan persembahan di pura, sekolah, maupun rumah masing-masing, termasuk menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.
“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” imbuh Eddy Mulya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menyampaikan bahwa pusat perayaan dan persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha dengan durasi peribadatan yang fleksibel.
“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” pungkas Putu Agus Jayadi. (kbs)

