BerandaUncategorizedTuryapada Tower Ditargetkan Rampung Desember 2026, Gubernur Koster Optimistis Jadi Ikon Wisata...

Turyapada Tower Ditargetkan Rampung Desember 2026, Gubernur Koster Optimistis Jadi Ikon Wisata Baru Bali Utara

Foto: Turyapada Tower.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster optimistis Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng akan menjadi destinasi wisata unggulan baru yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan, menara ikonik yang dibangun di Bali Utara tersebut diyakini memiliki daya tarik setara dengan Menara Eiffel di Paris, Prancis, dan Tokyo Tower di Jepang.

Pembangunan Turyapada Tower beserta seluruh fasilitas penunjangnya ditargetkan rampung pada Desember 2026. Setelah seluruh pekerjaan selesai, kawasan tersebut akan dipersiapkan untuk beroperasi sebagai destinasi wisata baru sekaligus ikon pariwisata Bali Utara.

Optimisme itu disampaikan Koster saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bali terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna ke-56 DPRD Bali, Jumat (30/10/2026).

Koster menjelaskan, pembangunan badan utama atau body tower Turyapada Tower telah rampung. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penataan kawasan pendukung, termasuk penyelesaian jalan akses menuju lokasi menara.

Penataan tersebut meliputi pembangunan taman, fasilitas gondola beserta terminalnya, restoran, serta sejumlah area bersantai bagi pengunjung. Seluruh fasilitas itu dikebut agar dapat diselesaikan sesuai target pada akhir 2026.

“Body tower-nya sudah selesai. Sekarang sedang dilanjutkan penataan kawasan, termasuk jalan akses masuknya,” ujar Koster.

Khusus fasilitas gondola, Koster mengungkapkan peralatan yang didatangkan dari China mulai tiba secara bertahap. Proses pemasangan dijadwalkan dimulai pada November 2026 dan diharapkan tuntas pada akhir Desember.

“Saya baru dapat laporan, gondolanya itu dikirim dari China, secara bertahap sudah datang. November akan mulai dibangun. Akhir Desember mudah-mudahan selesai. Tinggal dari hari H untuk peresmian,” katanya.

Koster mengakui, antusiasme masyarakat terhadap Turyapada Tower cukup tinggi. Banyak warga yang mempertanyakan kapan menara tersebut mulai dibuka untuk umum. Namun, ia menegaskan operasional belum bisa dilakukan karena sejumlah pekerjaan penting masih harus diselesaikan, terutama akses jalan dan fasilitas pendukung.

“Sudah banyak sekali yang nanya, kapan dibuka, kapan dibuka? Belum, lagi nanggung. Kalau enggak ada jalan, kan enggak bisa jalan ke sana,” ungkapnya.

Setelah pembangunan rampung, Pemprov Bali akan menyiapkan sistem pengelolaan secara profesional. Hal ini dinilai penting agar Turyapada Tower tidak hanya menjadi bangunan ikonik, tetapi juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata produktif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Koster bahkan menyebut Turyapada Tower berpotensi menjadi salah satu ikon pariwisata Bali yang dikenal luas. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata berbeda sekaligus memperkuat daya tarik Kabupaten Buleleng.

“Kalau ini sudah, nah, kita punya objek wisata baru di Bali Utara yang keren. Enggak kalah sama Menara Eiffel, enggak kalah sama Tokyo Tower. Kita punya Turyapada Tower,” tegasnya.

Lebih jauh, Koster menekankan bahwa manfaat pembangunan Turyapada Tower tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan Pemerintah Provinsi Bali. Aktivitas pariwisata yang tumbuh di kawasan tersebut diharapkan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Menurutnya, kehadiran destinasi baru akan membuka peluang usaha dan lapangan ekonomi bagi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga berbagai jasa penunjang pariwisata. Dampaknya juga diharapkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya Kabupaten Buleleng.

“Ini akan menjadi sumber pendapatan bagi Pemprov Bali dan juga akan berdampak pada kawasan di sekitarnya. Jadi, ekonomi di sekitarnya saya kira akan tumbuh dan akan menjadi sumber pendapatan asli daerah, terutama Kabupaten Buleleng,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Koster menyebut pembangunan Turyapada Tower hingga saat ini telah menyerap anggaran sekitar Rp670,5 miliar. Sementara itu, kebutuhan anggaran lanjutan sekitar Rp27 miliar pada 2027 masih disiapkan untuk menyelesaikan pekerjaan penataan kawasan.

Pengembangan Turyapada Tower menjadi bagian dari strategi Pemprov Bali dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Selama ini, aktivitas pariwisata Bali masih cenderung terkonsentrasi di kawasan selatan.

Melalui kehadiran destinasi wisata berskala besar di Buleleng, Koster berharap Bali Utara semakin berkembang dan memperoleh manfaat lebih besar dari sektor pariwisata.

Turyapada Tower pun diharapkan menjadi magnet wisata baru yang tidak hanya memperkuat citra pariwisata Bali, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Pulau Dewata. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini