Foto: Suasana Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Hanura se-Bali yang mengusung tema Nangun Sat Kerthi Loka Bali: “Daerah Berdaya Indonesia Sejahtera” pada Jumat, 21 November 2025, di Inna Bali Heritage Hotel, Jalan Veteran, Denpasar.
Denpasar, KabarBaliSatu
DPD Partai Hanura Bali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Hanura se-Bali pada Jumat, 21 November 2025. Kegiatan yang mengusung tema Nangun Sat Kerthi Loka Bali: “Daerah Berdaya Indonesia Sejahtera” dan dipusatkan di Inna Bali Heritage Hotel, Jalan Veteran, Denpasar, ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di bawah kepemimpinan Ketua DPD Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, S.E., S.Kom. Agenda lima tahunan ini menjadi ruang konsolidasi strategis bagi Hanura Bali dalam memperkuat struktur dan arah perjuangan politik ke depan.
Hadir dalam Muscab kali ini Sekretaris DPD Partai Hanura Bali, I Wayan Buda Parwata; Bendahara DPD Hanura Bali, Megawati; Dewan Pakar DPD Hanura Bali, Dr. Nengah Renaya; Ketua Dewan Penasehat DPD Hanura Bali, Ida Bagus Kiana, SH.; serta para kader, pengurus, dan simpatisan Partai Hanura se-Bali.
Ketua Panitia Muscab, Ida Nyoman Gunadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya forum tertinggi partai di tingkat kabupaten/kota tersebut. Ia menjelaskan bahwa Muscab memiliki peran vital sebagai forum evaluasi program kerja, perumusan strategi lima tahun ke depan, serta pemilihan kepengurusan baru.
“Melalui forum ini, kita bersama-sama menentukan arah kebijakan dan langkah Partai Hanura ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru yang berlandaskan nilai-nilai humanis, adaptif, nasionalis, universal, religius, dan amanah,” ujar Gunadi.
Dengan tema “Daerah Berdaya Indonesia Sejahtera”, Muscab diharapkan mampu melahirkan keputusan konstruktif serta memperkuat konsolidasi antarkader. Gunadi menegaskan pentingnya pelaksanaan Muscab secara demokratis, transparan, dan bermartabat.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, S.E., S.Kom., menegaskan bahwa Muscab serentak ini menjadi momentum kebangkitan Hanura Bali dengan energi baru. “Saya pribadi mengucapkan terima kasih atas amanah besar yang telah diberikan kepada saya melalui proses yang panjang dan penuh advokasi. Amanah ini bukan hanya menuntut kerja keras, tetapi juga integritas dan kesetiaan kepada rakyat Bali,” katanya.
Wirajaya Wisna menjelaskan bahwa DPP Partai Hanura telah menerbitkan SK Kepengurusan DPD Hanura Bali periode 2025–2030 yang beranggotakan 57 orang.
“Angka ini bukan sekadar jumlah, tetapi simbol kemajuan, kekuatan, dan kesiapan kita untuk bergerak cepat membawa energi perubahan bagi Bali,” ujarnya.
Struktur kepengurusan baru tersebut memadukan para pengurus lama berpengalaman, kader-kader baru yang energik, perempuan tangguh, pelaku budaya kreatif, akademisi, hingga pekerja lapangan.
Ia menegaskan bahwa Hanura Bali kini menjadi rumah bagi figur-figur kredibel. Banyak tokoh baru yang energik dan berpengaruh memilih bergabung bukan karena iming-iming kekuasaan, melainkan karena melihat Hanura sebagai ruang perjuangan yang jujur dan bersih.
Sikap ini, menurutnya, sejalan dengan teladan Ketua Umum Partai Hanura, Dr. H. Oesman Sapta, yang konsisten mendukung pembangunan daerah dan memberikan dukungan penuh bagi pelaksanaan Muscab.
Wirajaya Wisna juga mengingatkan bahwa Hanura tidak ingin menjadi partai yang hanya aktif menjelang pemilu.
“Kita ingin menjadi partai yang hidup setiap hari. Partai yang hadir di tengah masyarakat, menjadi penyambung aspirasi rakyat, jembatan pengalaman, dan pelayan yang bekerja tanpa perlu publikasi berlebihan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh kader untuk menghidupkan Hanura di desa, banjar, pasar, sekolah, hingga komunitas.
Menatap Pemilu 2029, ia menekankan pentingnya kesiapan struktur sejak awal. “Pemilu 2029 dimulai dari hari ini, bukan besok,” tegasnya. Karena itu, ia mendorong penguatan struktur hingga tingkat desa, edukasi politik berjenjang, serta intensitas komunikasi dengan masyarakat.
Wirajaya kemudian menegaskan peran penting Muscab sebagai penentu masa depan Hanura Bali. “Muscab ini adalah tonggak penting. Ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi memilih masa depan Hanura Bali,” ujarnya. Ia berharap kepengurusan DPC terpilih adalah penggerak aktif, bukan hanya muncul menjelang pemilu.
“Kita mungkin tidak paling besar, tetapi kita bisa menjadi yang paling kuat. Kita mungkin tidak paling kaya, tetapi kita paling setia. Kita mungkin tidak paling bising, tetapi kita paling bekerja,” tutupnya.
Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPP Partai Hanura, Drs. H. Akhmad Muqowam, membuka secara resmi Muscab DPC Partai Hanura se-Bali melalui sambungan virtual. Ia menyampaikan dorongan moral serta motivasi kuat kepada seluruh kader untuk menjaga soliditas dan memperkuat kinerja organisasi di tingkat daerah.
Muqowam menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan Hanura Bali dalam membawa perubahan positif. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPD Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, yang dinilainya mampu menghadirkan semangat baru dan konsolidasi yang solid di internal partai. Ia mengingatkan seluruh kader untuk tetap menjunjung tinggi loyalitas dan menjaga garis perjuangan partai di bawah arahan Ketua Umum Partai Hanura, Dr. H. Oesman Sapta.
Dalam Muscab kali ini ditetapkan sembilan Ketua DPC Hanura Kabupaten/Kota, yakni:
• Kota Denpasar: Tonny Kushartanto, S.S.
• Jembrana: I Gede Agus Sanjaya
• Karangasem: Nyoman Ginantra Artana
• Buleleng: I Wayan Teren SH
• Badung: Wayan Witama
• Bangli: I Made Putra Laksana
• Klungkung: Gede Narayana Putra Mahardika
• Tabanan: I Nyoman Suarja
• Gianyar: Drs. Ida Bagus Putu Sudiarta, S.Pd., M.Si.
Seluruh Ketua DPC menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Gde Wirajaya Wisna dan berkomitmen membesarkan Partai Hanura di wilayah masing-masing. Mereka juga memaparkan berbagai permasalahan serta program prioritas yang akan dijalankan, dengan fokus pada upaya yang selaras dengan hati nurani rakyat.
Dewan Pakar DPD Hanura Bali, Dr. Nengah Renaya, turut memberikan pandangan terkait dinamika organisasi dan arah kerja kepengurusan baru. Ia menegaskan bahwa perannya tidak hanya sebatas memberikan masukan, tetapi juga memastikan setiap keputusan dijalankan dengan riset dan pemahaman yang matang.
Renaya menambahkan bahwa ia terus mengamati perkembangan kepengurusan baru dan siap terjun langsung ke masyarakat, terutama di desa-desa. Menurutnya, sebagai daerah pariwisata, Bali sangat bergantung pada sektor tersebut, sehingga setiap kebijakan harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya karakter calon pemimpin yang akan diusung partai. “Pertama yang dilihat adalah image of person. Kedua, karakter, perilaku, dan aksi nyata di lapangan. Apa dampak dari tindakan masing-masing calon itu? Itu pasti akan terlihat,” ujarnya.
Sebagai dewan pakar, Renaya memastikan kesiapannya untuk terlibat lebih jauh jika dibutuhkan oleh struktur partai.
Ketua Dewan Penasehat DPD Hanura Bali, Ida Bagus Kiana, SH., mengatakan bahwa Muscab kali ini, yang merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Gde Wirajaya Wisna, menunjukkan perkembangan organisasi yang sangat pesat.
“Sekarang saat Muscab, hampir semua cabang sudah lengkap, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga PAC. Kami salut dengan pola kepemimpinan ini. Mungkin karena kesederhanaannya, kedekatannya dengan masyarakat, dan pengaruhnya yang terasa kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kepengurusan baru. Di era digital saat ini, katanya, penting bagi kader untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, karena hal itu kerap menimbulkan konflik antartokoh politik.
“Kami tekankan agar tetap bersikap benar dan objektif. Kalau sesuatu memang benar, katakan benar. Kalau kurang bagus, ya harus diakui. Introspeksi diri itu penting. Dalam mengkritik pun kita harus bijak, bukan sekadar mencari kesalahan,” katanya.
Ia berharap dengan struktur yang solid saat ini, Hanura Bali dapat meningkatkan jumlah kursi pada Pemilu 2029. Meski tidak mudah kembali ke masa ketika partai memiliki 17 kursi, menurutnya mengejar 9–10 kursi dari posisi saat ini, enam kursi, masih realistis. “Yang penting jangan besar bicara, tetapi lihat realitas di lapangan,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya Muscab serentak ini, Hanura Bali menegaskan tekad untuk terus hadir, bekerja, dan mengabdi bagi masyarakat serta memperkuat fondasi politik menuju kemenangan di masa mendatang dengan spirit: Bangkit Jaya Menang! (kbs)

