Foto: Bunda Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes, Bunda GenRe sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali hadir mendukung kreativitas generasi muda di acara GenRe Bali EduCamp 2025 di Bumi Perkemahan Ojaer Bali Hill, Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Tabanan, KabarBaliSatu
Program GenRe Bali EduCamp 2025 kembali digelar sebagai ruang edukasi, konsolidasi gagasan, dan pertukaran pengalaman antar remaja se-Provinsi Bali. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 27–28 Desember 2025, di Bumi Perkemahan Ojaer Bali Hill, Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi GenRe Bali EduCamp. Tidak hanya diikuti oleh remaja Forum GenRe dari seluruh kabupaten/kota di Bali, kegiatan ini juga memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi dengan Kelab Sahabat KafeTeen Malaysia. Sebanyak 70 remaja terlibat aktif dalam kegiatan ini, terdiri dari 50 peserta dari Indonesia dan 20 remaja delegasi dari Malaysia.
GenRe Bali EduCamp 2025 dikemas dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Sejumlah agenda strategis digelar, mulai dari talkshow edukasi, kegiatan outbound, hingga pentas seni dan api unggun yang memperkuat kebersamaan lintas budaya. Talkshow menghadirkan Bunda Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes, Bunda GenRe sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan Bali, yang memberikan penguatan nilai kepemudaan dan kesehatan remaja.
Dalam kunjungannya ke lokasi EduCamp, Bunda Tutik mengaku mendapatkan inspirasi besar dari kualitas generasi muda yang terlibat dalam program ini. Ia menilai para peserta GenRe sebagai generasi yang edukatif, cerdas, dan memiliki potensi besar sebagai sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Generasi muda GenRe ini adalah aset bangsa. Mereka cerdas, berkualitas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Tugas kita sebagai generasi yang lebih senior adalah mendukung mereka sepenuhnya, karena merekalah yang kelak membangun bangsa menjadi lebih makmur dan lebih hebat,” ujar politisi perempuan Partai Demokrat itu.
Lebih lanjut, Bunda Tutik menegaskan peran strategis GenRe dalam menjalankan edukasi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) melalui program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini menjadi garda depan dalam memberikan edukasi kepada remaja tentang kesehatan mental, perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan perilaku berisiko, hingga kesiapan menuju pernikahan yang sehat dan sejahtera.
“GenRe berperan langsung mengedukasi remaja agar memahami pentingnya kesehatan mental, menghindari perilaku negatif seperti seks sebelum menikah, serta mempersiapkan diri membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera,” jelasnya.
Menanggapi keterlibatan delegasi Malaysia, Bunda Tutik menilai kolaborasi lintas negara menjadi ruang saling belajar yang penting. Menurutnya, persoalan remaja di Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan, sehingga dialog dan persahabatan internasional menjadi kebutuhan strategis.
“Kondisi remaja kita hampir sama. Dari diskusi-diskusi kecil terlihat bahwa kita membutuhkan persahabatan dan kolaborasi dengan negara lain. Saling bertukar gagasan dan pengalaman inilah yang memperkaya perspektif,” ungkapnya.
Ia pun berharap Duta GenRe Bali semakin solid dan jumlah kader GenRe terus bertambah. Dengan dukungan penuh pemerintah, kolaborasi antara GenRe dan negara diyakini mampu menjangkau masyarakat hingga akar rumput.
“Programnya sudah ada, anggarannya juga tersedia. Yang terpenting adalah komitmen pemerintah untuk merangkul dan memperkuat gerakan GenRe agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (kbs)

