BerandaDaerahWisuda ke-10 Primakara University Lepas 165 Lulusan, Dorong Generasi “Xtraordinary” Menembus Batas

Wisuda ke-10 Primakara University Lepas 165 Lulusan, Dorong Generasi “Xtraordinary” Menembus Batas

Dari Denpasar untuk Dunia, Primakara Lahirkan Talenta Digital Unggul

Foto: Suasana Wisuda ke-10 Primakara University yang digelar di The Meru Sanur, Sabtu (25/4/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Primakara University kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pencetak technopreneur. Dalam Wisuda ke-10 yang digelar di The Meru Sanur, Sabtu (25/4/2026), sebanyak 165 lulusan resmi dikukuhkan, membawa semangat baru untuk berani melampaui batas di era digital yang kian kompetitif.

Para wisudawan terdiri dari 58 lulusan Sistem Informasi, 79 Teknik Informatika, dan 28 Sistem Informasi Akuntansi. Mengusung tema “Xtraordinary”, momen ini tidak sekadar seremoni akademik, tetapi juga penanda satu dekade perjalanan kampus. Huruf “X” menjadi simbol angka 10 sekaligus representasi karakter lulusan yang diharapkan tampil berbeda dan berdampak.

Rektor Primakara University, I Made Artana, menegaskan bahwa tema tersebut selaras dengan filosofi kampus, Dream Big, Learn Beyond. Ia menekankan bahwa proses belajar harus melampaui ruang kelas—menembus batas kurikulum, zona nyaman, hingga ekspektasi diri.

“Wisudawan hari ini bukan sekadar lulusan, tetapi individu yang ditempa untuk berpikir besar, belajar tanpa batas, dan menciptakan dampak nyata,” ujarnya.

Dari sisi akademik, capaian lulusan terbilang impresif. Rata-rata masa studi tercatat 3 tahun 9 bulan dengan IPK 3,78 dan nilai Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) 245,87. Lebih dari itu, 66,46 persen lulusan telah terserap di dunia kerja atau merintis usaha bahkan sebelum wisuda. Sebanyak 55,05 persen bekerja di perusahaan nasional hingga internasional, sementara 14,85 persen memilih jalur technopreneur, wirausaha, dan freelancer.

Tak hanya mencetak lulusan, Primakara juga menghadirkan bukti nyata ekosistem kewirausahaan. Dua startup binaan inkubator bisnis—Bali Treesco dan Dreamy Flower—turut diwisuda, mempertegas komitmen kampus dalam melahirkan pencipta lapangan kerja.

“Ini bukti kami tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga pencipta kerja,” tegas Artana.

Di level institusi, tahun 2025 menjadi periode penuh prestasi. Kampus ini meraih berbagai penghargaan dalam ajang LLDIKTI Awards 2025, termasuk Juara 1 Ilmuan Muda Terbaik bidang STEM serta penghargaan pengelolaan laman terbaik. Di tingkat nasional, Primakara juga meraih Bronze Winner Anugerah Humas Diktisaintek.

Capaian lain yang menguatkan reputasi adalah diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh tiga program studi: Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi. Hal ini menegaskan komitmen kampus dalam menjaga kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ketua Yayasan Primakara, Juniwati, menyampaikan pesan reflektif. Menurutnya, “extraordinary” bukan sekadar tema, melainkan sikap hidup—keberanian untuk melampaui batas dan tetap tegak di tengah ketidakpastian.

“Dunia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang sekadar cukup baik, tetapi mereka yang berani berpikir berbeda dan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan para wisudawan tidak lepas dari peran orang tua dan orang-orang terdekat. Pesan tersebut menghadirkan suasana haru di tengah prosesi wisuda.

Apresiasi turut datang dari LLDikti Wilayah VIII. Perwakilannya, Nyoman Bagus Suweta Nugraha, menilai kekuatan Primakara terletak pada konsistensinya membangun technopreneurship sebagai identitas kampus.

“Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi berkelanjutan, dan Primakara telah menunjukkan itu sejak lama,” ujarnya.

Ia mengingatkan, gelar akademik bukanlah garis akhir. Dunia kerja dan masyarakat kini menanti kontribusi nyata dari para lulusan.

Dengan bekal kompetensi, jejaring alumni IKARA, serta semangat “Xtraordinary”, lulusan Primakara University kini melangkah ke fase baru—bukan sekadar mencari peluang, tetapi menciptakannya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini