BerandaDaerahAir Bersih Mengalir ke Kubu, Kepemimpinan Gus Par–Guru Pandu Ubah Janji Jadi...

Air Bersih Mengalir ke Kubu, Kepemimpinan Gus Par–Guru Pandu Ubah Janji Jadi Bukti

Foto : Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) meninjau langsung penganan krisis air bersih, Minggu (11/1/2026).

Karangasem, KabarBaliSatu

Kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) mulai menunjukkan wujud konkret di lapangan. Krisis air bersih yang selama bertahun-tahun membelit Kecamatan Kubu, khususnya wilayah desa adat di kawasan lahan kering, kini perlahan menemukan jalan keluar.

Minggu (11/1/2026) menjadi momentum penting bagi warga Desa Adat Muntigunung dan Desa Adat Perasan. Kehadiran langsung Gus Par dan Guru Pandu di Balai Banjar Adat Sari Mukti menandai lebih dari sekadar agenda seremonial. Pemerintah daerah datang membawa solusi nyata: pembangunan jaringan pipa air bersih dengan nilai bantuan mencapai ratusan juta rupiah, sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati yang memberikan kepastian hukum bagi sembilan banjar adat.

Melalui lobi strategis dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Karangasem berhasil merealisasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD Bali senilai lebih dari Rp712 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jaringan pipa air bersih yang tidak hanya menjawab kebutuhan rumah tangga warga, tetapi juga memperkuat sektor pertanian dan sistem irigasi di wilayah yang selama ini identik dengan keterbatasan air.

Program ini diperkuat dengan pembangunan sumur bor, optimalisasi penyaluran air dari Danau Batur, serta perbaikan akses jalan Munti Gunung Tengah yang menghubungkan tiga desa adat. Infrastruktur dasar ini dirancang sebagai satu kesatuan kebijakan pembangunan, yang menempatkan kebutuhan masyarakat pinggiran sebagai prioritas politik pemerintahan Gus Par–Guru Pandu.

Bagi pasangan kepala daerah ini, air bersih bukan sekadar persoalan teknis atau proyek fisik. Air adalah simbol keadilan sosial—hak dasar yang harus mengalir hingga ke pelosok Karangasem. Dari Kubu, pesan politik itu ditegaskan: janji kampanye diuji bukan lewat retorika, melainkan lewat pipa air yang benar-benar mengalir ke rumah warga. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini