Foto: Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, Kepala Badan dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2030 di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu (25/4/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali masa bakti 2025–2030 di bawah kepemimpinan Made Ariandi sebagai Ketua Umum Kadin Bali resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, Kepala Badan dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2030 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu (25/4/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. Acara ini turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, anggota DPR RI seperti Gde Sumarjaya Linggih dan Nengah Senantara, serta Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih bersama sejumlah tokoh lainnya.
Dalam kepengurusan baru ini, I Made Ariandi kembali dipercaya menakhodai Kadin Bali setelah sukses memimpin Kadin Bali di periode pertama lima tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap memasuki “era baru” dengan fokus pada penguatan ekonomi daerah, pemberdayaan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan.
“Kadin Bali akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi perekonomian Bali,” ujar Ariandi.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat konsolidasi organisasi melalui pembentukan badan-badan khusus dengan fungsi spesifik. Di antaranya, Kadin Bali membentuk Badan Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Badan ini dirancang memiliki kewenangan strategis dalam mengambil keputusan krusial terkait sektor pariwisata tanpa harus menunggu persetujuan ketua umum.
Menurut Ariandi, langkah ini penting untuk mempercepat respons terhadap dinamika sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menegaskan bahwa Kadin memiliki mandat utama sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha. Ia mendorong Kadin Bali aktif mendukung program nasional yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkolaborasi dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Dalam pidatonya, Anindya juga menyinggung tekanan global yang tengah dihadapi dunia usaha, mulai dari konflik geopolitik hingga kenaikan harga energi yang berdampak pada biaya produksi dan daya beli masyarakat.
“Kita punya dua pilihan: bertahan dengan efisiensi, atau bertahan sambil mencari terobosan. Kadin memilih keduanya—efisiensi sekaligus inovasi untuk kembali ke jalur pertumbuhan,” tegasnya.
Ia juga menekankan posisi strategis Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia. Menurutnya, kemajuan Bali akan berdampak langsung pada citra dan ekonomi nasional. Karena itu, Kadin Indonesia siap mendukung penuh Bali, termasuk mendorong penyusunan kajian strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan penanganan sampah.
Tak hanya itu, Kadin Indonesia juga memperkenalkan inisiatif “Kadin Business Pulse”, sebuah survei berkala untuk membaca sentimen pelaku usaha dan memetakan dinamika ekonomi secara berbasis data. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster menilai hubungan antara pemerintah daerah dan Kadin Bali selama ini telah berjalan baik. Namun, ia mendorong adanya perubahan paradigma dalam tubuh Kadin.
“Kadin harus berubah. Spiritnya harus baru—memberdayakan, bukan sekadar mencari proyek. Harus fokus membangun daerah dengan memahami karakteristik ekonomi Bali,” tegas Koster.
Ia menekankan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara Kadin dan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
Pelantikan ini menandai awal perjalanan baru Kadin Bali dalam memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Di tengah tantangan global, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci untuk menjaga Bali tetap tumbuh sebagai pusat ekonomi sekaligus wajah Indonesia di kancah internasional. (kbs)

