Foto: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata memimpin Musrenbang RKPD Kecamatan Karangasem Tahun 2026 yang digelar di Aula SKB Jasri, Senin (23/2/2026).
Karangasem, KabarBaliSatu
Keluhan soal lampu penerangan jalan yang mati, sulitnya akses air bersih, hingga kondisi jalan kota yang rusak kini menjadi prioritas penanganan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Hal itu mengemuka dalam Musrenbang RKPD Kecamatan Karangasem Tahun 2026 yang digelar di Aula SKB Jasri, Senin (23/2/2026).
Sebanyak 281 usulan dari masyarakat 11 desa dan kelurahan di Kecamatan Karangasem resmi dihimpun dalam forum tersebut. Rinciannya, 113 usulan di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, 130 usulan terkait infrastruktur dan kewilayahan, serta 38 usulan di sektor perekonomian dan sumber daya alam.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, menegaskan agar seluruh perangkat daerah meninggalkan ego sektoral dan lebih responsif terhadap persoalan riil di lapangan. Ia meminta setiap usulan yang masuk benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat, bukan sekadar formalitas perencanaan.
“Kurangi ego sektoral. Pastikan usulan yang masuk benar-benar berangkat dari permasalahan di lapangan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi warga kita,” tegasnya di hadapan perangkat daerah dan delegasi desa.
Dalam fokus pembangunan ke depan, Pemkab Karangasem memprioritaskan penataan infrastruktur kota, mulai dari perbaikan kualitas jalan, trotoar, hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU) agar kawasan perkotaan lebih tertib dan nyaman.
Di sektor lingkungan, pemerataan akses air bersih menjadi perhatian serius, termasuk optimalisasi pengelolaan sampah. Pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga ruang terbuka dengan mengendalikan laju alih fungsi lahan demi menjaga keseimbangan lingkungan.
Tak hanya pembangunan fisik, Bupati Parwata menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur dasar harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi unggulan di tiap wilayah.
Sektor pertanian, perikanan, pariwisata pesisir—termasuk kawasan Seraya—hingga industri kreatif dan UMKM akan didorong untuk membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Karangasem berharap perencanaan pembangunan 2026 tidak hanya menghasilkan proyek fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. (kbs)

