BerandaDaerahYKWA Satukan Komunitas Sahabat Kaori, Dorong Ekonomi Hijau Bali Dimulai dari Kesadaran...

YKWA Satukan Komunitas Sahabat Kaori, Dorong Ekonomi Hijau Bali Dimulai dari Kesadaran Individu

YKWA Perluas Gerakan Sosial-Ekonomi Hijau, Sahabat Kaori Siap Menatap 2026

Foto: Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) menggelar Gathering Sahabat Kaori bertema “Menuju Bali Ekonomi Hijau Kita Mulai Dari Diri Sendiri”, YKWA mempertemukan lintas komunitas dan profesi dalam satu ruang kebersamaan di Denpasar, Senin (29/12/2025).

Denpasar, KabarBaliSatu

Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) terus menguatkan peran komunitas sebagai fondasi gerakan sosial dan ekonomi hijau di Bali. Melalui Gathering Sahabat Kaori bertema “Menuju Bali Ekonomi Hijau Kita Mulai Dari Diri Sendiri”, YKWA mempertemukan lintas komunitas dan profesi dalam satu ruang kebersamaan di Denpasar, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat jejaring Sahabat Kaori yang selama lima tahun terakhir konsisten bergerak bersama YKWA, mulai dari pengusaha, seniman, hingga komunitas olahraga dan organisasi profesi. Hadir dalam kegiatan ini antara lain pengurus dan anggota Perkumpulan Olahraga Tarian Baris Indonesia (POTBI) Provinsi Bali serta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali.

Pimpinan PT Kaori Alam Nusantara, Ni Kadek Winnie Kaori Intan Mahkota, menegaskan bahwa Gathering Sahabat Kaori bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan upaya menyatukan energi kolektif komunitas dalam satu visi kebersamaan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini lebih mengikat. Walaupun tidak setiap hari bertemu dan tidak setiap saat bisa berjabat tangan, tetapi dalam hati kita dipertemukan dalam sebuah komunitas. Teman-teman yang hadir hari ini merupakan bagian dari kehidupan kita, komunitas yang saling membutuhkan dari segala profesi dan kegiatan,” ujar Winnie Kaori.

Ia menegaskan, komunitas Sahabat Kaori dibangun secara organik, tanpa kepentingan politik praktis maupun paksaan untuk bergabung. Nilai kebersamaan, ketulusan, dan rasa saling membutuhkan menjadi fondasi utama gerakan ini.

Selama ini, YKWA bersama PT Kaori Alam Nusantara dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari aksi kemanusiaan, bantuan pendidikan, dukungan bagi UMKM lokal, pemberdayaan masyarakat, hingga pendampingan atlet dan panti asuhan. Seluruh aktivitas tersebut dijalankan dengan spirit “Love, Trust, and Care”.

“Pertemanan ini dibangun dengan rasa tulus dan ikhlas, bersatu secara organik. Perjuangan kita bukan instan, tetapi berproses melalui relasi dan networking sesama sahabat dan handai taulan. Kami ingin PT Kaori Alam Nusantara menjadi wadah persahabatan yang semakin besar dan semakin bermanfaat. Menyongsong 2026, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik—dalam berkarier, berucap, berpikir, dan bersikap,” kata Winnie Kaori.

Ia berharap, kebersamaan yang terbangun melalui Gathering Sahabat Kaori dapat menjadi pondasi kuat bagi kerja-kerja kolaboratif ke depan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat baru bagi seluruh anggota komunitas.

Memasuki tahun 2026, Sahabat Kaori menargetkan penguatan dan perluasan jaringan, tidak hanya di Bali, tetapi juga merambah Jawa dan Lombok. Selain itu, komunitas ini juga mendorong produk-produk unggulan Bali agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Dalam konteks yang lebih luas, Winnie Kaori menekankan bahwa ekonomi hijau tidak semata berbicara tentang alam, tetapi juga tentang kesadaran manusia sebagai pelaku utama pembangunan.

“Tema menuju ekonomi hijau bukan hanya soal alam, tetapi manusianya. Apakah manusia sudah memiliki kesadaran bahwa mereka tidak hidup sendiri. Lebih dari sekadar menjaga kesehatan, kita harus menyayangi lingkungan, karena setiap usaha, ucapan, dan langkah kecil kita memberi dampak bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Gathering Sahabat Kaori berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diisi dengan berbagai aktivitas kebersamaan seperti tukar kado, pemeriksaan kesehatan, serta permainan interaktif. Ke depan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda tahunan sebagai ruang konsolidasi dan kolaborasi lintas komunitas dalam mewujudkan Bali yang berdaya, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai ekonomi hijau. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini