BerandaDaerahSihir Ardha Candra! Sekaa Gong Tri Tunggal Denpasar Tampil Memukau di PKB...

Sihir Ardha Candra! Sekaa Gong Tri Tunggal Denpasar Tampil Memukau di PKB XLVIII

Bawakan Tiga Garapan Karya Fenomenal, Penampilan Duta Kota Denpasar Dinilai Sangat Metaksu

Foto : Sekaa Gong Tri Tunggal dari Desa Adat Tanjung Bungkak, Duta Kota Denpasar tampil memukau dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (5/7) malam.

 

Denpasar, KabarBaliSatu

Penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal dari Desa Adat Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, sukses menyihir ribuan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra. Pergelaran memukau ini disajikan dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (5/7) malam.

Dalam pementasan tersebut, Sekaa Gong Tri Tunggal tampil dengan totalitas tinggi dan atraktif. Mereka tampil berdampingan dengan Duta Kabupaten Jembrana yang diwakili oleh Sekaa Gong Widya Taruna, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.

Turut hadir menyaksikan pertunjukan ini, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Koordinator Sekaa Gong Tri Tunggal, I Kadek Bhaswara Dwitiya, didampingi Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa Duta Kota Denpasar membawakan tiga garapan karya sekaligus malam itu.

Penampilan pertama, Duta Kota Denpasar menyuguhkan garapan Tabuh Lima Lelambatan “Gora Kala Aci”. Karya tabuh lelambatan kreasi ini terinspirasi dari ritual persembahan suci dalam upacara karya melaspas Paryangan Kawitan I Gusti Ngurah Sentong, seorang pakar Gamelan Gambang. Penata tabuh mentransformasikan permainan arpeggio (nada-nada akor) gamelan gambang ke dalam musikal konseptual yang apik, namun tetap menerapkan pola tradisi tabuh pegongan.

Selanjutnya, penonton disuguhkan garapan Tari Kreasi “Gagak Pitru Loka”. Karya tari kreasi ini menginterpretasikan burung gagak sebagai pembawa pesan menuju tempat persemayaman pitri (roh leluhur) sebelum reinkarnasi. Karya ini menerjemahkan nilai filosofi Gagak Ora berkepemimpinan purusa-pradana yang tersirat dalam gending Gambang Pura Kelaci, dengan makna ngelelatik (saling mengisi) bhakti karma (perbuatan dalam pengabdian hidup) sebagai bekal akhirat. Inspirasinya diimplementasikan melalui struktur karya, motif gerak dari kompilasi simbol makna ekologis kehidupan manusia, roh, burung gagak sebagai ceciren (karakteristik) alam, hingga gagak ora pangungkab lawang swargaloka.

Sebagai sajian penutup, Duta Kota Denpasar menampilkan Fragmentasi Tari “Ngumbara Jiwa”. Garapan terakhir ini merupakan takeh igel yang merepresentasikan dinamika pengembaraan I Gusti Ngurah Sentong atas titah Raja Sweca Linggarsapura Gelgel. Pengembaraan dilakukan untuk mencari gending gambang pengantar jiwa saat Raja mangkat. Karya mistik monumental ini menarasikan aspek spiritual/metafisik berskala besar yang berdampak historis dalam tradisi pitra yadnya ageng di Bali.

“Seluruh persiapan tiga garapan karya ini telah kami laksanakan sejak beberapa waktu lalu. Sebagai Duta Kota Denpasar, kami ingin tampil sebaik mungkin,” ungkap I Kadek Bhaswara Dwitiya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas performa luar biasa dari Duta Kota Denpasar tersebut. Ia menilai seluruh garapan Sekaa Gong Tri Tunggal disajikan dengan sangat apik.
Menurut Jaya Negara, penampilan para seniman ini bukan sekadar pementasan seni budaya biasa, melainkan refleksi dari komitmen kuat dalam menjaga kelestarian warisan budaya dan kesenian Bali.

“Astungkara, penampilan Sekaa Gong Tri Tunggal Desa Adat Tanjung Bungkak, Sumerta Kelod sangat luar biasa dan metaksu. Terima kasih dedikasi luar biasa para seniman Kota Denpasar,” kata Jaya Negara. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini