Foto: Gubernur Bali Wayan Koster ketika kembali turun langsung melakukan evaluasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (23/9).
Badung, KabarBaliSatuÂ
Satu bulan pasca Rapat Koordinasi (Rakor) peningkatan kualitas layanan Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 23 Agustus lalu, instruksi Gubernur Bali Wayan Koster mulai membuahkan hasil nyata. Stakeholder bandara—mulai dari Imigrasi, Bea Cukai, hingga Angkasa Pura—bergerak melakukan pembenahan.
Ketika kembali turun langsung melakukan evaluasi pada Selasa (23/9), Koster menemukan sejumlah perubahan positif. Fasilitas toilet lebih bersih, waktu tunggu imigrasi semakin singkat, pelayanan Bea Cukai lebih cepat, hingga sistem informasi dan keamanan bandara lebih tertata. Proses pengambilan bagasi yang sebelumnya bisa mencapai 1,5 jam kini ditekan menjadi maksimal 58 menit.
“Rakor evaluasi akan dilakukan secara rutin sampai kualitas layanan di Bandara Ngurah Rai stabil pada posisi terbaik, dan berdaya saing secara berkelanjutan,” tegas Koster.
Meski mengapresiasi kemajuan, Gubernur asal Buleleng itu menekankan target lebih ambisius: waktu tunggu bagasi maksimal 30–40 menit. Baginya, bandara internasional tidak boleh membiarkan penumpang menunggu terlalu lama.
Koster juga menyoroti aspek ketertiban jasa transportasi di area kedatangan. Jika sebelumnya agen transportasi kerap mengganggu penumpang, kini situasi lebih tertib. Angkasa Pura pun sudah memperbaiki sistem pelayanan yang mencakup informasi, kenyamanan, keamanan, hingga estetika bandara.
Langkah evaluasi cepat ini membuktikan janji Koster. Hanya dalam waktu sebulan, ia kembali hadir di Bandara Ngurah Rai memastikan setiap stakeholder menjalankan komitmennya. Evaluasi rutin, kata dia, akan terus dilakukan hingga bandara konsisten berada pada standar kelas dunia—sejalan dengan reputasi Bali sebagai destinasi pariwisata global. (kbs)

