BerandaDaerahPutri Koster Ajak Ibu-Ibu Bali Sukseskan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Gotong...

Putri Koster Ajak Ibu-Ibu Bali Sukseskan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Gotong Royong Bersih Lingkungan se-Bali Berlanjut 1 Maret 2026

Foto: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster saat mengikuti Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” ke-1 Tahun 2026 yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (18/2/2026).

Tabanan, KabarBaliSatu

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya kaum ibu, untuk menyukseskan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu sebagai upaya gotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan ini dijadwalkan serentak digelar pada 1 Maret mendatang di seluruh Bali.

Ajakan tersebut disampaikan Putri Koster saat mengikuti Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” ke-1 Tahun 2026 yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (18/2/2026).

Menurut Putri Koster, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu merupakan langkah nyata untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih yang dimulai dari rumah tangga. Dari kebiasaan kecil di rumah, dampaknya diharapkan meluas hingga ke lingkungan banjar dan desa.

“Gerakan ini mengajak seluruh keluarga membersihkan rumah dan telajakan secara rutin. Kalau rumah-rumah bersih, otomatis lingkungan dan desa juga akan bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kulkul yang digunakan dalam gerakan ini berbeda dengan kulkul desa pada umumnya. Kulkul PKK dan Posyandu berbentuk kentongan kecil dari bambu, yang akan dimiliki oleh kader Posyandu, Dasa Wisma, hingga ibu rumah tangga di setiap banjar. Kulkul tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menggerakkan warga saat kegiatan gotong royong.

“Di PKK kami membuat satu program lagi untuk membangkitkan gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap bulan ada Kulkul PKK dan Posyandu. Kulkul ini sederhana, dari bambu, tapi maknanya besar. Semua ibu rumah tangga diharapkan punya satu di rumah,” jelas Putri Koster.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan gotong royong pada 1 Maret tidak hanya berlangsung di kantor desa, tetapi juga menyasar pura, wantilan, serta rumah masing-masing warga. Pembagian tugas di fasilitas umum akan diatur oleh kepala desa setempat, sehingga kegiatan berjalan tertib dan merata.

“Kalau semua bergerak bersama, desa pasti bersih. Yang di rumah membersihkan rumahnya, yang di pura dan kantor desa diatur oleh kepala desa. Kalau kita mau melakukannya dengan sungguh-sungguh, apa yang kita harapkan bersama pasti terwujud,” tegasnya.

Putri Koster juga mengingatkan bahwa 1 Maret 2026 jatuh pada hari Minggu, sehingga diharapkan partisipasi masyarakat dapat lebih maksimal. Melalui gerakan serentak ini, TP PKK dan Posyandu se-Bali ingin menanamkan kembali nilai gotong royong sebagai identitas budaya Bali yang relevan menjawab tantangan kebersihan lingkungan saat ini.

“Ketika seluruh penduduk membersihkan rumahnya masing-masing, bersihlah desa itu. Dari desa yang bersih, lahir lingkungan yang sehat dan Bali yang kita cintai tetap ajeg,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini