Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di kawasan Jalan Veteran, Denpasar, Kamis, 11 Desember 2025.
Denpasar, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih (GSL) atau yang akrab disapa Demer, terus menggelorakan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, di kawasan Jalan Veteran, Denpasar, dengan mengusung tema “Melalui Penguatan UMKM untuk Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan”.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hadir pula dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Oka Mahendra, bersama berbagai elemen masyarakat, generasi muda, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM.
Dalam pemaparannya, Demer yang juga Ketua DPD Golkar Bali, menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan agenda yang secara konsisten ia lakukan sebagai upaya memperkuat nasionalisme, karakter bangsa, serta kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah dinamika perubahan global.
“Empat Pilar Kebangsaan ini bukan hanya untuk dipahami secara teori, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus hidup dalam sikap, perilaku, dan juga dalam aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Demer.
Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan perlu dikemas secara komunikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama generasi muda. Oleh karena itu, isu kebangsaan diintegrasikan dengan isu ekonomi kerakyatan agar lebih membumi dan aplikatif.
Salah satu fokus utama yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah penguatan peran UMKM sebagai pilar strategis perekonomian nasional. Demer menilai, UMKM memiliki peran penting tidak hanya dalam menopang ekonomi keluarga, tetapi juga dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Penguatan UMKM adalah bagian dari upaya memperkokoh kebangsaan. Ketika ekonomi rakyat kuat, maka fondasi negara juga akan semakin kokoh,” tegasnya.
Demer juga menekankan pentingnya digitalisasi sebagai kunci agar UMKM dapat naik kelas. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang dan bersaing.
“Digitalisasi menjadi kunci utama bagi UMKM untuk berkembang. Pemanfaatan internet, platform e-commerce, sistem pembayaran digital, hingga pemasaran melalui media sosial akan membuat usaha lebih efisien, cepat tumbuh, dan mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka,” kata Demer.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan ini turut menghadirkan praktisi digital marketing, Leo Agung Puri Bowo Laksono, sebagai narasumber. Dalam sesi penguatan UMKM, Leo memaparkan berbagai strategi digitalisasi yang dapat diterapkan secara bertahap dan realistis oleh pelaku UMKM di tingkat lokal.
Selain penguatan ekonomi, Demer juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak ragu dalam mengejar cita-cita dan memulai usaha. Ia berharap sosialisasi ini dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya ekonomi keluarga.
“Saya berharap kegiatan ini bisa mempercepat kesejahteraan masyarakat, terutama meningkatkan ekonomi keluarga. Jangan sampai punya mimpi, tapi lupa bangun,” ujarnya memotivasi peserta.
Ia juga mengingatkan agar para pelaku UMKM tidak takut untuk memulai usaha. Menurutnya, rasa takut justru akan menghambat langkah menuju keberhasilan.
“Kalau takut memulai, pasti gagal. Tapi kalau mau berusaha, ada dua kemungkinan, gagal atau berhasil. Yang penting berani melangkah,” pungkas Demer.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Demer dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan membangun karakter bangsa, sejalan dengan program sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang secara nasional juga dilaksanakan oleh MPR RI. (kbs)

