Foto: Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka Pemilihan Duta Genre (Generasi Berencana) Tingkat Kabupaten Klungkung Tahun 2026 di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (22/4/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Bupati Klungkung I Made Satria resmi membuka Pemilihan Duta Genre (Generasi Berencana) Tingkat Kabupaten Klungkung Tahun 2026 di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (22/4/2026). Pembukaan ditandai dengan penancapan Wayang Kayonan sebagai simbol dimulainya ajang pembinaan generasi muda tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Ny. Eva Satria selaku Bunda Genre, perwakilan BKKBN Provinsi Bali, serta jajaran TP PKK dan perangkat daerah terkait.
Mengusung tema “Satyaning Dharma Pradipa”, ajang tahun ini menekankan semangat generasi muda sebagai pelita kebenaran dalam menapaki masa depan. Tema tersebut menjadi refleksi komitmen remaja untuk tumbuh sebagai pribadi berkarakter dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Bupati Satria mengapresiasi kreativitas dan peran aktif remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini melibatkan pelajar SMA/SMK sebagai bagian dari upaya Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), yang kini menjadi salah satu program prioritas nasional.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan, termasuk percepatan penurunan stunting. Dengan capaian prevalensi stunting Klungkung yang telah berada di angka 5,1 persen—di bawah target nasional 14 persen—peran edukatif remaja dinilai semakin penting.
“Melalui PIK-R, saya berharap generasi muda mampu menjadi agen edukasi, khususnya terkait kesehatan reproduksi, sekaligus mengembangkan kreativitas untuk meningkatkan kualitas hidup remaja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kadek Adi Anugrah Wijaya melaporkan bahwa sebanyak 32 peserta mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, telah terpilih 10 besar finalis putra dan putri yang berasal dari enam sekolah di Klungkung.
Rangkaian seleksi telah dimulai sejak Maret 2026, melalui berbagai tahapan penilaian yang dirancang untuk menjaring generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan komunikasi.
Melalui ajang ini, pemerintah daerah berharap lahir figur-figur muda inspiratif yang mampu menjadi duta perubahan di tengah masyarakat—mendorong gaya hidup sehat, perencanaan masa depan yang matang, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (kbs)

