Foto: Pelaksanaan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026 dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, pengurus TP PKK Provinsi Bali, serta para produsen, pedagang, dan pelaku IKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, berlangsung di Ruang Mahottama, Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (3/11/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Berbelanja dan Berbagi” kembali hadir. Memasuki penyelenggaraan ke-9 Tahun 2026, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan pemasaran produk UMKM, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan publik gratis serta aksi kepedulian sosial bagi masyarakat.
Untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, TP PKK Provinsi Bali bersinergi dengan TP PKK Kota Denpasar menggelar rapat koordinasi di Ruang Mahottama, Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (3/11).
Rapat tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, pengurus TP PKK Provinsi Bali, serta para produsen, pedagang, dan pelaku industri kecil menengah (IKM). Rapat dipandu Staf Ahli TP PKK Provinsi Bali, Putu Anom Agustina.
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Rakyat menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM dan IKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Denpasar beserta jajaran OPD terkait, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dinas PMD Kota Denpasar, serta BPD Cabang Kota Denpasar.
Pasar Rakyat TP PKK Bali ke-9 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (13/11), mulai pukul 06.00 WITA hingga selesai, bertempat di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Agung, Denpasar. Kegiatan ini juga akan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai organisasi wanita untuk turut menyemarakkan suasana.
Didampingi Kepala Dinas PMD Kota Denpasar I Wayan Yusswara dan Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, Antari Jaya Negara berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Menariknya, masyarakat yang hadir juga dapat mengakses beragam pelayanan secara cuma-cuma. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, bursa kerja, pelayanan administrasi kependudukan, konseling keliling atau mobile counseling, hingga vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan.
“Dengan semangat berbelanja sekaligus berbagi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, memperluas akses pelayanan publik, serta menghadirkan kepedulian dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Antari Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pasar Rakyat tahun ini dirancang dengan mengedepankan tiga aspek utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Sebanyak 125 produsen dan pedagang terkurasi dipastikan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pelaku UMKM, IKM, pengecer, serta stan kuliner yang turut melibatkan Bali Chef Community.
Berbagai produk unggulan akan ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari aneka kuliner, hasil pertanian dan perikanan, hingga beragam produk olahan lainnya. Untuk mendukung partisipasi pelaku usaha, panitia juga menyediakan fasilitas berjualan secara gratis.
Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, Pasar Rakyat ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Panitia menyiapkan bantuan bagi 100 penerima manfaat dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5.
Setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram, dua kerat telur, satu liter minyak tanusan, serta paket kebutuhan pokok lainnya.
Dari sisi lingkungan, penyelenggara turut menerapkan konsep pasar ramah lingkungan dengan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai dan styrofoam di seluruh area kegiatan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik sekaligus membangun kebiasaan berbelanja yang lebih ramah lingkungan.
Melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat TP PKK Bali ke-9 Tahun 2026, kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membuka peluang pasar bagi produk lokal, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan pelayanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (kbs)

