Foto: Wali Kota Jaya Negara didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara saat menyerahkan bantuan sosial dan santunan kepada 16 warga yang terdampak bencana kebakaran, pada Kamis (29/10) di Kantor Wali Kota Denpasar.
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menyalurkan bantuan sosial dan santunan senilai total Rp238.500.000 kepada 16 warga yang terdampak bencana kebakaran periode Juli hingga Oktober 2026. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Kantor Wali Kota Denpasar pada Kamis (29/10).
Dalam kesempatan tersebut, Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami musibah kebakaran. Ia menilai dukungan ini krusial untuk mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak, baik dari aspek tempat tinggal maupun keberlangsungan aktivitas perekonomian sehari-hari.
Selain tempat tinggal, perhatian dan dukungan juga diberikan kepada warga yang mengalami kerusakan pada sarana serta prasarana perekonomian maupun fasilitas keagamaan seperti pura dan merajan. Jaya Negara menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh, termasuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana, termasuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara, melaporkan bahwa penyaluran santunan ini mencakup warga yang mengalami musibah dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Sepanjang periode Juli hingga Oktober 2026, kejadian darurat di wilayah setempat didominasi oleh musibah kebakaran yang tidak hanya merusak rumah warga, melainkan juga menyasar tempat usaha serta fasilitas keagamaan.
Terkait mekanisme penyaluran, Ida Bagus Made Purwanasara menjelaskan bahwa besaran bantuan yang diterima oleh masing-masing warga bervariasi karena disesuaikan secara objektif berdasarkan hasil verifikasi serta tingkat kerugian riil yang dialami di lapangan.
“Besaran bantuan yang diterima masing-masing warga bervariasi, menyesuaikan hasil verifikasi serta tingkat kerugian yang dialami di lapangan. Seluruh bantuan disalurkan secara nontunai melalui rekening masing-masing penerima untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran,” ujarnya. (kbs)

