BerandaDaerahGubernur Koster dan Dubes Korsel Bahas Penguatan Kerja Sama Energi Bersih hingga...

Gubernur Koster dan Dubes Korsel Bahas Penguatan Kerja Sama Energi Bersih hingga Smart City

Pascahibah Bus Listrik, Pemprov Bali Jajaki Kolaborasi Teknologi Digital, Pengelolaan Lingkungan, dan Keamanan Pariwisata

Foto: Gubernur Koster saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Korea (Korea Selatan) untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur 2026).

Denpasar KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi Bali terus memantapkan langkah menuju pembangunan berkelanjutan berbasis energi bersih. Kebijakan strategis ini menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan resmi antara Gubernur Bali Wayan Koster dengan Duta Besar Republik Korea (Korea Selatan) untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur 2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial dalam memperkuat kemitraan kedua pihak di berbagai sektor vital, mulai dari percepatan ekosistem kendaraan listrik, teknologi digital, pengembangan kota cerdas (smart city), industri kreatif, pengelolaan lingkungan, hingga pemantapan keamanan pariwisata.

Kunjungan resmi ini berlangsung sehari setelah Pemerintah Republik Korea secara simbolis menyerahkan hibah berupa 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian kendaraan listrik kepada Pemprov Bali pada Kamis (22/10/2026).

Dalam perbincangan hangat tersebut, Gubernur Koster menegaskan komitmen Bali dalam mengakselerasi penerapan energi bersih, khususnya pada moda transportasi publik dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Gubernur secara khusus menyoroti skema konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan peran pihak ketiga agar tidak membebani masyarakat.

“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban bagi pengguna,” ujar Koster.

Ia berharap dukungan konkret dari Korea Selatan dapat diwujudkan melalui transfer teknologi, investasi berkelanjutan, serta penyediaan infrastruktur pendukung, terutama fasilitas pengisian daya (charging station) di berbagai titik strategis Bali.

Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi mendalam atas hibah bus listrik beserta pengisi dayanya dari Korsel. Bantuan ini dinilai menjadi katalis penting untuk mengubah pola mobilitas masyarakat menuju moda transportasi yang ramah lingkungan, menekan emisi karbon, serta melepaskan ketergantungan dari bahan bakar fosil.

Tak hanya sektor energi, ruang kolaborasi diproyeksikan merambah pada penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pemanfaatan sistem digital untuk tata kelola perkotaan modern. Koster menilai kemajuan pesat teknologi Korea Selatan sangat potensial untuk diadopsi guna meningkatkan pelayanan publik, kualitas tata kota, serta mutu pariwisata Bali.

“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” katanya.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan pula mampu mendongkrak daya saing serta nilai tambah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal Bali agar mampu menembus pasar global.

Di samping itu, kesuksesan industri kreatif dan musik K-pop Korea Selatan di panggung dunia turut menjadi perhatian Koster. Pengalaman Korsel diharapkan mampu menginspirasi para seniman serta pelaku ekonomi kreatif Bali dalam memperluas jangkauan pasar karya seni lokal. Sementara di bidang keamanan, Pemprov Bali berkomitmen terus memperkuat sinergi bersama TNI dan Polri demi menjamin iklim pariwisata yang kondusif, aman, dan nyaman bagi wisatawan internasional.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepemimpinan Gubernur Koster yang dinilai konsisten menjaga identitas, tradisi, dan kelestarian lingkungan Bali di tengah arus modernisasi. Menurut Dubes Yoon, pendekatan Bali yang menyeimbangkan pembangunan dengan kebudayaan serta alam menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bahan pembelajaran berharga bagi negaranya.

Dubes Yoon menjelaskan bahwa Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan target pencapaian netralitas karbon pada tahun 2050. Target ini beririsan langsung dengan visi Bali menuju era energi bersih, sehingga membuka peluang besar untuk kerja sama pengembangan kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga pengelolaan sampah dan teknologi daur ulang.

Selain kesiapan memfasilitasi kerja sama penataan kota dan transportasi publik, Dubes Yoon mengungkapkan rencana strategis Pemerintah Korea Selatan untuk membuka kantor konsulat di Bali guna mengoptimalkan pelayanan dan perlindungan bagi warga negaranya.

“Dalam pengelolaan pariwisata yang berdaya saing, keamanan juga harus menjadi prioritas. Saya berharap berbagai instansi terkait di Bali terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Yoon.

Ia menekankan bahwa koordinasi erat antara Pemprov Bali, aparat penegak hukum, dan stakeholder terkait sangat penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat citra positif Bali di mata dunia.

Kemitraan yang terjalin antara Pemprov Bali dan Korea Selatan ini diharapkan memberi dampak nyata bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan tanpa mengorbankan akar budaya setempat. Pertemuan diplomatik yang berlangsung penuh kehangatan tersebut diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa kain tradisional rangrang khas Nusa Penida dari Gubernur Koster kepada Dubes Yoon beserta jajaran perwakilan Kedaksaan Besar Republik Korea.(kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini