Foto: Pembangunan jalan di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
Tabanan, KabarBaliSatu
Pembangunan jalan di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, dinilai tidak hanya akan memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta, mengatakan keberadaan jalan memiliki fungsi yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat. Selain mempermudah mobilitas, infrastruktur tersebut juga menjadi jalur penting untuk menghubungkan masyarakat dengan berbagai fasilitas umum.
Hal itu disampaikan Mudarta saat membuka pembangunan jalan di Desa Sangketan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tabanan I Wayan Adnyana, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Semara Putra, Ketua PAC Demokrat Penebel I Made Suka Wijaya, Perbekel Desa Sangketan I Nyoman Sugiarta, serta kader Partai Demokrat dari berbagai wilayah di Bali.
Pembangunan jalan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. Momentum seperempat abad Partai Demokrat tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui aksi gotong royong membuka dan membangun akses jalan di Desa Sangketan.
“Karena fungsi jalan itu sangat-sangat vital. Satu, untuk akses ke fasilitas umum, baik pendidikan, Posyandu, Puskesmas, menghubungkan dari banjar adat ke banjar adat yang lain, begitu juga jalur logistik tentunya,” kata Mudarta.
Menurutnya, keberadaan jalan juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengangkut berbagai hasil pertanian. Warga yang menggantungkan penghasilan dari komoditas seperti kelapa dan pisang akan lebih mudah membawa hasil produksinya ke lokasi tujuan.
Dengan akses yang semakin baik, biaya distribusi hasil pertanian juga diharapkan menjadi lebih murah. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan yang diterima masyarakat.
“Tentu nanti semeton kita yang berpenghasilan kelapa, pisang, dan seterusnya akan sangat mudah diakses. Biayanya akan lebih murah, sehingga keuntungan yang diterima semeton tiang sareng-sareng di sini akan meningkat,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada mobilitas dan distribusi hasil pertanian, Mudarta menilai pembangunan jalan juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi tanah warga yang berada di sepanjang jalur tersebut.
Ia menjelaskan, akses jalan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon pembeli tanah maupun investor. Tanah yang tidak memiliki akses jalan dinilai akan lebih sulit menarik minat untuk dikembangkan menjadi rumah, kebun maupun kegiatan ekonomi lainnya.
“Kalau tanahnya tidak ada jalan, kalau pembeli tanah, utamanya kalau ada investor mau investasi untuk rumah, untuk kebun, pasti ditanya, ada jalannya enggak? Kalau enggak ada jalan, orang enggak berminat,” kata Mudarta.
Karena itu, dengan dibangunnya jalan tersebut, masyarakat yang memiliki tanah di sepanjang jalur dapat memiliki peluang ekonomi yang lebih besar. Nilai tanah diharapkan meningkat karena kini memiliki akses yang lebih baik dan terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama maupun pengembangan.
“Mulai hari ini, Bapak, Ibu, sareng-sareng sane meduwe tanah yang dilewati jalan sudah berani, ‘Oh, tanah saya sudah ada jalannya.’ Bisa kerja sama dan seterusnya, jadi nilai ekonomi akan naik,” tuturnya.
Mudarta menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk hadir dan membantu masyarakat, khususnya dalam memperkuat konektivitas serta mendukung tersedianya fasilitas umum.
Ia menekankan, dukungan tersebut diberikan dengan semangat sosial untuk membantu masyarakat, bukan semata-mata kepentingan politik.
“Nah, itulah semangat Demokrat ada terdepan untuk membantu masyarakat, utamanya untuk konektivitas, untuk membantu fasilitas umum berupa jalan,” katanya.
Mudarta juga menegaskan pentingnya semangat gotong royong di tengah masyarakat Bali. Menurutnya, membantu masyarakat merupakan tanggung jawab bersama sebagai sesama krama Bali.
“Jauh enggak ada kepentingan, enggak ada kepentingan Demokrat untuk politiknya, tapi untuk sosial masyarakat. Karena kita semeton Bali, wajib kita saling membantu,” tegas Mudarta.

