Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat melantik enem pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali, pada Selasa (3/2/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mempercepat kinerja pemerintahan sekaligus menjaga stabilitas birokrasi usai melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Pelantikan berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/2/2025).
Dalam arahannya, Koster meminta para pejabat yang baru dilantik segera bergerak cepat dan bekerja dengan fokus, integritas, serta penuh tanggung jawab sesuai visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Periode kedua ini saya ingin tancap gas. Karena itu, saya minta seluruh pimpinan perangkat daerah bekerja fokus, cepat, tulus, dan lurus. Tidak ada lagi ruang untuk kerja yang lambat,” tegasnya.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026. Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Masyarakat; Ida Bagus Gede Sudarsana, S.H. sebagai Inspektur Daerah Provinsi Bali; serta I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
Selain itu, tiga jabatan pimpinan tinggi pratama lainnya diisi melalui mekanisme promosi pejabat administrator. Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si dipercaya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ngurah Satria Wardana, S.H., M.H. sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali, dan I Made Suparta, AP., MT sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali.
Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh pengisian jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit, dengan mempertimbangkan rekam jejak kinerja, kompetensi, dan pengalaman para pejabat.
“Pengisian jabatan ini tidak sembarangan. Semua melalui sistem merit. Stabilitas birokrasi harus dijaga karena menjadi tulang punggung pemerintahan,” ujarnya.
Koster juga menyinggung penugasan sebelumnya yang diemban Made Rentin sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Menurutnya, kompleksitas persoalan lingkungan menuntut kepemimpinan yang cepat dan responsif.
“Pak Rentin saya pilih langsung karena kepemimpinannya yang sigap saat memimpin BPBD. Namun saat ini kondisi kesehatannya perlu perhatian, sehingga saya beri kesempatan untuk fokus pada pemulihan,” jelas Koster.
Ke depan, Gubernur Bali menyatakan akan memberikan pengarahan khusus kepada para kepala perangkat daerah yang baru dilantik agar seluruh program pembangunan dapat berjalan selaras, terukur, dan optimal sesuai target pemerintah daerah. (kbs)

