Foto: Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 eluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma (KBMHD) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Panti Asuhan Salam, Tabanan, pada Senin, 29 Juni 2026.
Tabanan, KabarBaliSatu
Momentum istimewa dirayakan oleh Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma (KBMHD) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33. Mengusung tema “Harmoni Dharma dalam Kebersamaan Sosial dan Kekeluargaan”, organisasi kemahasiswaan ini mengimplementasikan konsep adiluhung Tri Hita Karana secara konkret melalui aksi sosial kemanusiaan di Panti Asuhan Salam, Tabanan, pada Senin, 29 Juni 2026.
Kehadiran 40 panitia HUT KBMHD membawa energi positif bagi 32 anak panti asuhan setempat. Acara puncak ini didasari atas semangat kebersamaan guna menyentuh aspek Pawongan (hubungan harmonis antarsesama manusia), sekaligus menjadi tonggak kolaborasi strategis bersama GTS Institute yang memperingati hari jadinya yang ke-7.
Pembina KBMHD Undiknas, Dr. Gung Tini Gorda, menekankan pentingnya keseimbangan dalam implementasi Tri Hita Karana. Menurutnya, perayaan di usia ke-33 yang merupakan angka kembar ini harus melahirkan keharmonisan nyata, bukan sekadar seremonial besar untuk Tuhan semata, sementara hubungan dengan sesama dan lingkungan terlupakan.
“Dengan implementasi konsep Tri Hita Karana di usia ke-33 tahun ini, semoga dapat menjadi momentum bahwa KBMHD hadir di mana pun berada. Konsep harmoni dharma dalam kebersamaan sosial kekeluargaan ini memang bukan hanya sekadar slogan. Kurang tepat kalau KBMHD hanya sebatas tataran teori,” ujar Gung Tini Gorda.
Ia juga menyoroti kepemimpinan perempuan di KBMHD saat ini sebagai simbol kekuatan (sakti) yang mampu menciptakan keindahan melalui ketulusan hati. Gung Tini Gorda menambahkan bahwa kehadiran GTS Institute di lokasi bertujuan mempersiapkan SDM secara berkelanjutan melalui pemahaman Generasi Berencana (GenRe) program BKKBN.
“Jangan lupa mengambil KBMHD menjadi pilot project dari GTS Institute. Mantapkan usia pranikah untuk siap menjadi ayah dan ibu. Mari kita memotong mata rantai untuk bisa mengantarkan anak-anak kita di 2045 menjadi anak-anak generasi berkarakter,” tegasnya kepada Presiden Mahasiswa Undiknas yang turut hadir.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT KBMHD ke-33, Indri, menjelaskan bahwa pemilihan Panti Asuhan Salam didasarkan pada lokasinya yang cukup terpencil dan jarang tersentuh bantuan. Dalam aksi ini, panitia menyalurkan bantuan berupa beras, minyak, susu, serta kebutuhan sanitasi seperti sabun dan alat mandi.
Tema yang diambil dalam perayaan HUT KBMHD ke-33, yakni “Harmony Dharma dalam Kebersamaan Sosial dan Keseluruhan”, yang mengandung makna sebagai upaya meningkatkan kebersamaan antara masyarakat dan anggota organisasi KBMHD.
“Harapan saya di HUT ke-33 ini, KBMHD selalu jaya, selalu harmonis, dan selalu menjaga kebersamaan bersama masyarakat dan juga internal organisasi,” tutur Indri.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KBMHD Undiknas, Ni Kadek Widari Putri, memaparkan secara detail garis besar rangkaian perayaan HUT tahun ini. Dimulai dari prosesi melukat untuk penyucian diri dan penegakan prinsip internal, disusul kegiatan tirtayatra ke Pura Goa Lawah dan Pura Luhur Silayukti sebagai wujud bakti kepada Tuhan (Parahyangan), hingga puncaknya di Panti Asuhan Salam.
Kehadiran KBMHD ke Panti Asuhan Salam untuk berbagai dan melihat kondisi anak-anak mulai anak yatim, piatu, yatim piatu, dan keluarga kurang mampu yang didominasi usia balita hingga remaja SMP/SMA. “Saya berpesan, apa pun keadaan kalian saat ini, masa depan tetap berada di tangan kalian dan tidak boleh pantang menyerah. Hadapi tantangan demi masa depan yang lebih cerah,” ungkap Widari.
Widari mengaku sangat terinspirasi oleh rekam jejak nyata sang pembina, Gung Tini Gorda. Ia pun menegaskan komitmen organisasi untuk melengkapi aspek lingkungan (Palemahan) melalui program Abdi PM Undiknas pada 4 Juli 2026 di Desa Awan, berkolaborasi dengan Rotary Club of Bali Bersinar, HIPPI Bali, Ika Boga, Perempuan Berkebaya Indonesia, serta GTS Institute..
Sinergi ini disambut hangat oleh Putu Alavina Lestari selaku Direktur Pengembangan dan Strategi GTS Institute. Sebagai lembaga pranikah yang peduli pada perkembangan anak, GTS Institute melihat adanya keselarasan visi yang kuat dalam kegiatan ini.
“Kami sangat senang, manajemen di panti asuhan ini bukan hanya bersifat performatif, tetapi juga benar-benar peduli terhadap anak-anak dan generasi muda kita sampai mereka berhasil memiliki kehidupan yang independen dan mandiri. GTS Institute kedepannya akan terus berkolaborasi dengan kegiatan yang lebih berdampak lagi,” kata Putu Alavina.
Di sisi lain, Pimpinan Panti Asuhan Salam, Gusti Ayu Komang Sudarmini, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian besar dari civitas akademika Undiknas dan para mitra lembaga. Ia menceritakan dinamika panti yang kini mengasuh anak-anak dari berbagai daerah seperti Tabanan, Negara, Singaraja, Karangasem, Kupang, Flores, hingga Jawa.
“Terima kasih banyak anak-anak Undiknas sudah sangat memperhatikan adik-adik di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak panti benar-benar totalitas dalam menempa kemandirian anak-anak sehingga mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik.
“Ada yang awalnya tidak tahu ABCD, puji Tuhan dengan kesabaran dia bisa membaca. Baru dua hari ini juga masuk tiga anak yang kekurang gizi karena ditinggal ibunya. Kami akan bina dan beri makanan bergizi selama liburan ini,” tambahnya.
Kebahagiaan tersebut dirasakan langsung oleh salah satu anak asuh, Ni Luh Gede Susanti, yang telah menetap di panti selama dua tahun. Kehadiran para mahasiswa memberikan keceriaan tersendiri bagi dirinya dan teman-teman sembari berharap jalinan silaturahmi ini tidak putus sampai di sini.
“Saya merasa sangat senang karena ada kakak-kakak dari KBMHD yang merayakan ulang tahunnya di Panti Asuhan kami, dan saya juga mengucapkan terima kasih karena sudah berbagi dan berkunjung ke sini. Semoga kakak-kakaknya bisa berkunjung ke sini lagi,” ujar Susanti sumringah. (kbs)

