Foto: Gubernur Bali Wayan Koster ikut berlari berbaur bersama ribuan peserta 6K Denpasar Fun Run 2026, Sabtu, 14 Februari 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Pagi itu, Denpasar belum sepenuhnya terjaga ketika ribuan langkah mulai berderap di bawah langit yang masih lembut. Di jantung kota, tepat di kawasan Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, denyut kehidupan terasa berbeda. Bukan sekadar lalu lintas akhir pekan, melainkan semangat sehat yang menyatukan warga dalam 6K Denpasar Fun Run 2026, Sabtu, 14 Februari 2026.
Di antara lautan kaus olahraga dan wajah-wajah penuh antusias, tampak sosok Wayan Koster. Gubernur Bali itu tak hanya berdiri melepas peserta. Ia memilih turun langsung, menyatu dalam barisan pelari, bersama Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara dan Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa. Tak ada jarak, tak ada sekat protokoler—yang ada hanyalah langkah yang sama, menuju garis akhir.
Rute sepanjang enam kilometer membentang seperti cerita yang mengalir: dari Jalan Gajah Mada, menelusuri Udayana, Sutoyo, PB Soedirman, Yos Sudarso, Diponegoro, Hasanuddin, Thamrin, Wahidin, Setiabudi, Sri Rama, Sutomo, lalu kembali lagi ke Gajah Mada. Jalanan kota yang biasanya dipadati kendaraan pagi itu berubah menjadi ruang kebersamaan—tempat tawa, peluh, dan semangat saling menyemangati berbaur.
Sepanjang lintasan, Koster tak berhenti menebar sapa. Sesekali ia memperlambat langkah, melayani permintaan swafoto, tersenyum pada anak-anak muda yang berlari dengan napas terengah namun mata berbinar. Ia berlari kecil, lalu berjalan cepat, menjaga ritme. Bukan soal siapa paling cepat, melainkan siapa yang konsisten melangkah.
Satu jam sepuluh menit kemudian, ia menuntaskan jarak 6K itu. Sebuah medali tergantung di dadanya—simbol sederhana dari komitmen menjaga tubuh tetap bugar. Dengan wajah sumringah, ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni.
“Sesuai catatan, saya berhasil menempuh jarak 6K dalam waktu 1 jam 10 menit,” ujarnya ringan, namun penuh makna.
Lebih dari sekadar olahraga, baginya, Denpasar Fun Run adalah investasi kesehatan. Sebuah gerakan kolektif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar, lebih sering, lebih masif, agar budaya hidup sehat tak berhenti sebagai tren, tetapi menjadi kebiasaan.
Event ini sendiri digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar yang jatuh pada 27 Februari 2026. Momentum ulang tahun kota bukan hanya soal usia, tetapi tentang harapan. Tentang bagaimana ibu kota Provinsi Bali ini terus berbenah—menjadi kota yang makin maju, tertata, dan membanggakan warganya.
Tak hanya berlari, para peserta juga diajak peduli. Kampanye penanganan sampah berbasis sumber digaungkan lewat pembagian compost bag. Pesan sederhana namun mendasar: jangan buang sampah sembarangan. Sehat bukan hanya soal tubuh, tetapi juga soal lingkungan yang dijaga bersama.
Di pagi yang hangat itu, Denpasar seperti mengirim pesan pada masa depan: bahwa kota yang kuat lahir dari warganya yang sehat. Dan pemimpin yang berjalan—bahkan berlari—bersama rakyatnya, menghadirkan energi yang tak bisa dibeli dengan sekadar kata-kata.
Langkah demi langkah, peluh demi peluh, Denpasar menulis ceritanya sendiri. Sebuah kota yang tak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga bergerak dengan hati. (kbs)

