Foto: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat melantik jajaran pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia masa bakti 2026–2030 di Ballroom Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Negara, Jembrana, Sabtu (23/5/2026).
Jembrana, KabarBaliSatu
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, resmi melantik jajaran pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia masa bakti 2026–2030 di Ballroom Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Negara, Jembrana, Sabtu (23/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya langkah baru pembinaan olahraga di ujung barat Pulau Bali.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka organisasi dari Giri Prasta selaku Ketua KONI Bali kepada Ketua KONI Jembrana terpilih, I Gede Ngurah Patriana Krisna. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin kepengurusan dan penandatanganan berita acara pelantikan.
Dalam sambutannya, Giri Prasta menegaskan bahwa pelantikan ini tidak boleh berhenti sebatas seremoni. Ia meminta seluruh pengurus baru segera menyusun dan menyempurnakan program kerja demi memperkuat tata kelola organisasi, pembinaan atlet, hingga pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan di Bali.
“Hari ini momentum yang bagus. Dengan dikukuhkannya kepengurusan KONI Jembrana 2026–2030, maka para pengurus wajib menyempurnakan rencana kerja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Bali kini tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Bali. Menurutnya, regulasi pelaksanaan Porprov akan diterbitkan sembilan bulan sebelum pertandingan dimulai dan disusun sepenuhnya mengikuti pedoman pusat tanpa tambahan aturan baru.
“Di depan mata ada Porprov di Buleleng. Kita tegak lurus dengan regulasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Giri Prasta menaruh perhatian besar pada pembangunan sistem pembinaan atlet berbasis keberlanjutan. Ia mendorong penyempurnaan basis data atlet hingga level kabupaten agar potensi olahraga Bali dapat dipetakan secara lebih akurat.
Menurutnya, atlet-atlet yang pernah menorehkan prestasi di ajang SEA Games maupun Asian Games harus terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
Tak hanya soal pembinaan, persoalan fasilitas olahraga juga menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, akan menghitung kebutuhan renovasi maupun pembangunan venue baru, termasuk di Kabupaten Jembrana.
“Kita sadar semuanya membutuhkan fasilitas dan venue yang representatif. Jembrana akan kita lihat apa yang bisa dilakukan untuk peremajaan, renovasi, bahkan pembangunan baru,” katanya.
Giri Prasta turut mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Bali untuk memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini melalui jalur pendidikan. Ia meminta olahraga dijadikan kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat SD dan SMP melalui kolaborasi dinas pendidikan dan dinas olahraga.
“Saya minta bupati dan wali kota bergandengan tangan. Olahraga harus menjadi ekstrakurikuler wajib,” ujarnya.
Selain menatap Porprov, Bali juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2028. Bahkan, Giri Prasta menargetkan pembangunan venue olahraga representatif menuju tahun 2031.
Ia juga menyampaikan harapan besarnya agar cabang sepak bola Bali mampu menembus PON melalui sinergi dengan Bali United.
“Mimpi saya, kita semua bisa menonton sepak bola Bali tampil di PON,” katanya.
Sementara itu, Patriana Krisna menegaskan kepengurusan baru KONI Jembrana harus menjadi motor peningkatan kualitas atlet daerah, bukan sekadar pelengkap agenda seremonial.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang sejak usia dini melalui kompetisi-kompetisi kecil hingga mampu menembus level provinsi dan nasional.
“Pelantikan ini bukan seremonial belaka, tetapi momentum peningkatan kualitas atlet ke tingkat berikutnya,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh jajaran pengurus KONI Jembrana akan bekerja secara solid, transparan, dan penuh dedikasi demi melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Jembrana.
“Kami percaya atlet tidak terlahir hebat, tetapi pembinaan merupakan faktor utama untuk melahirkan atlet berprestasi,” tandasnya. (kbs)

