Foto: Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih—yang akrab disapa Demer berfoto bersama para juara Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 tingkat Kota Denpasar dan para panitia.
Denpasar, KabarBaliSatu
Aroma kopi seolah masih menggantung di udara Wantilan Sekretariat DPD Partai Golkar Bali, Jalan Suradipa Denpasar, Minggu (1/2/2026). Dari ruang sederhana itu, lahir cerita besar tentang mimpi, ketekunan, dan keberanian generasi muda Bali menantang masa depan melalui secangkir kopi.
Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 tingkat Kota Denpasar resmi menelurkan para juara—nama-nama baru yang kini bersiap melangkah ke level lebih tinggi, yakni Kejuaraan Tingkat Provinsi Bali. Mereka adalah para barista muda, para “penjaga rasa” kopi, yang dengan ketajaman indra dan ketenangan mental mampu menaklukkan tekanan kompetisi.
Final kejuaraan berlangsung penuh tensi. Deretan cangkir kopi tersusun rapi, aroma saling bersilang, dan waktu berjalan terasa lebih cepat. Para peserta—calon-calon barista profesional Bali—menyeruput kopi demi kopi dengan fokus penuh. Setiap tegukan bukan sekadar soal rasa, tetapi tentang ingatan, ketelitian, dan keberanian mengambil keputusan.
Dari kompetisi sengit itu, Akbar Mubarok, barista yang bekerja di Jenar Kopi, keluar sebagai Juara 1. Ia berhak membawa pulang hadiah Rp 3 juta sekaligus satu tiket emas untuk berlaga di tingkat Provinsi Bali. Posisi Juara 2 diraih Faisal Ismayadi dengan hadiah Rp 2 juta, disusul Ramadhan Sofyan Hadi Kusuma sebagai Juara 3 yang membawa pulang Rp 1 juta. Sementara Juara 4 diraih I Putu Ian Haru Aswani Iizuka. Tiga orang juara yakni juara 1, juara 2 dan juara 3 akan melaju ke Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 untuk tingkat Provinsi Bali yang akan bertemu dengan para juara dari 8 kabupaten lainnya di Bali
Bagi Akbar, kemenangan ini adalah perjalanan emosi. Degup jantung yang sempat tak beraturan di awal lomba perlahan berubah menjadi keyakinan. Dukungan teman-teman dan suasana kompetisi yang hangat membuatnya larut dalam semangat.
“Perasaannya deg-degan, habis itu seru. Teman-teman banyak yang support juga, jadi semangatnya lebih membara,” ujar Akbar dengan senyum lepas.
Dalam babak penentuan, Akbar mampu menebak dengan tepat lima cangkir kopi dari delapan soal yang disajikan. Ketajaman sensoriknya mengungguli finalis lain dan mengantarkannya ke podium tertinggi. Menatap tantangan di tingkat provinsi, Akbar memilih bersikap sederhana namun teguh.
“Kalau soal target juara, biarkan mengalir saja. Yang penting terus berlatih dan belajar. Di kejuaraan ini juga asyik karena bisa dapat banyak teman baru,” tandasnya.
Demer Siapkan Dukungan Total hingga Jadi Sponsor Utama
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih—yang akrab disapa Demer—tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengapresiasi antusiasme peserta, sportivitas sepanjang lomba, serta kerja profesional panitia.
“Saya meyakini para juara yang lahir di tingkat Kota Denpasar ini adalah yang terbaik. Mudah-mudahan di ajang provinsi nanti mereka kembali mampu melahirkan prestasi,” ujar Demer didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida yang akrab disapa Wiwin dan sejumlah pengurus
Lebih dari sekadar seremoni, Demer yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Bali ini menegaskan komitmen nyata. Ia mendorong para juara untuk menyiapkan diri lebih serius, berlatih lebih tekun, dan berani bermimpi lebih jauh. Bahkan, ia berjanji menjadi sponsor utama bagi para juara yang melaju ke tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Saya siap untuk jadi sponsor, sampai nasional maupun internasional, sampai mereka benar-benar juara,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
Demer juga melihat industri kopi sebagai ladang masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda Bali. Ia berharap ajang ini mampu menggairahkan anak muda untuk tak ragu menekuni bisnis kopi—baik sebagai barista andal, petani kopi, maupun pelaku usaha yang mampu menembus hotel-hotel besar dan coffee shop ternama.
“Harapannya bisa memotivasi anak muda Bali untuk lebih serius menggarap bisnis kopi yang nilai ekonominya sangat tinggi,” katanya.
Dari Bali ke Level Dunia
Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 bukan sekadar lomba adu ketajaman lidah. Ia adalah perjalanan panjang yang dirancang bertahap—bermula dari Kota Denpasar sebagai titik awal estafet pencarian talenta, lalu bergerak menyusuri delapan kabupaten lainnya di Bali. Di sembilan kabupaten/kota, pesan yang dibawa tetap sama: kompetisi yang sehat, pembinaan berkelanjutan, dan kelahiran generasi cup taster Bali yang siap melangkah melampaui batas pulau.
Lewat ajang ini, Golkar Bali membuka ruang bagi lahirnya lebih banyak cup tasters—atau cupers—para profesional dengan kepekaan sensorik tinggi dalam menilai aroma, rasa, dan kualitas kopi melalui teknik cupping. Di industri kopi modern, merekalah penjaga cita rasa: mengenali karakter kopi, memetakan profil rasa, hingga mendeteksi cacat seduhan dengan presisi.
Harapannya jelas dan sederhana, namun penuh makna. Bali tak hanya dikenal sebagai pulau pariwisata, tetapi juga sebagai lumbung atlet cup tasters—anak-anak muda dengan mimpi besar—yang mampu mengharumkan nama daerah di panggung nasional hingga dunia. Dari secangkir kopi, mereka merajut masa depan.
Ketua Panitia Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, Kiki, menegaskan ajang ini lahir dari semangat regenerasi. “Sekarang sudah ada atlet cup tasters dari Bali yang akan mengikuti kejuaraan dunia di Thailand tahun 2026. Kami ingin menciptakan regenerasi, agar lebih banyak lagi atlet cup tasters lahir dari Bali,” ujarnya.
Menurut Kiki, ke depan standar lomba akan mengikuti regulasi nasional sebelum diselaraskan dengan standar internasional. Denpasar menjadi gerbang awal, lalu kompetisi akan terhubung ke kabupaten-kabupaten berikutnya.
Soal kemampuan utama seorang cup taster, Kiki menekankan bahwa ketajaman sensori hanyalah satu bagian dari keseluruhan. “Yang utama itu sensori, lalu kecepatan, ketepatan, dan yang paling penting mental. Kalau jago sensori saja tapi mental drop di atas panggung, percuma,” katanya.
Penanggung jawab Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, Fitra, menambahkan ajang ini dirancang untuk melahirkan generasi muda baru yang mampu membawa nama Bali bersinar di tingkat nasional bahkan internasional.
“Bali punya banyak talenta muda yang potensial dan terbukti mampu berprestasi. Salah satunya Alif Andira, barista asal Bali yang menjadi Juara Nasional Indonesia Cup Tasters Championship 2025/2026 dan akan mewakili Indonesia di World Cup Tasters Championship 2026 di Bangkok,” ungkap Fitra.
Dalam kompetisi cup tasters, peserta diuji ketajaman indera pengecapan dan penciuman. Setiap peserta akan menghadapi delapan set kopi dengan total 24 cangkir. Dalam tiap set terdapat tiga cangkir, di mana satu cangkir memiliki rasa berbeda dari dua cangkir lainnya yang sejenis. Peserta harus menemukan perbedaan tersebut dalam waktu delapan menit.
“Kalau tebakannya benar, berarti sensory lidahnya sangat baik. Ini murni uji ketepatan rasa dan fokus,” jelas Fitra.
Ia menambahkan, kemampuan cup tasters merupakan keterampilan dasar bagi seorang barista untuk mengenali karakter kopi, mulai dari aroma, rasa, hingga keunikan setiap origin. Keterampilan ini menjadi fondasi penting untuk menyajikan kopi berkualitas, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam kejuaraan ini, panitia menyiapkan 15 jenis kopi. Sebanyak 13 di antaranya berasal dari empat daerah utama penghasil kopi di Bali, yakni Bangli (Kintamani), Badung (Plaga), Tabanan (Pupuan), dan Buleleng (Munduk). Dua jenis kopi lainnya berasal dari Toraja sebagai pembanding.
“Kami ingin meningkatkan skill teman-teman di industri kopi, terutama mereka yang bercita-cita bekerja di luar negeri atau di kapal pesiar. Cup tasters ini jadi modal penting,” tandas Fitra. (kbs)

