Foto: Bupati Satria menyerahkan punia kepada Kelihan/Pengempon Pura Kahyangan Jagat Batumedau, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida.
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat melaksanakan persembahyangan Bakti Penganyar di Pura Kahyangan Jagat Batumedau, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida.
Upacara keagamaan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, dengan didampingi oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klungkung.
Dalam suasana khidmat, Bupati Satria membaur bersama ratusan warga yang antusias hadir untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Doa dipanjatkan secara khusyuk demi keselamatan dan kesejahteraan alam semesta (rahayuning jagat).
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi, Bupati Satria juga menyerahkan punia kepada Kelihan/Pengempon Pura, I Made Wijaya.
Di sela-sela prosesi persembahyangan, Bupati Satria menegaskan komitmen Pemkab Klungkung untuk terus hadir dan mendukung penuh kegiatan adat serta keagamaan di seluruh wilayah Klungkung.
“Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita di tengah derasnya modernisasi,” ujar Bupati Satria.
Rangkaian upacara berlangsung dengan sangat tertib dan diwarnai semangat gotong royong warga masyarakat setempat.
Selain jajaran OPD Pemkab Klungkung, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga keagamaan penting. Turut hadir mendampingi Bupati diantaranya; Dewa Made Tirta (Ketua Majelis Desa Adat Klungkung), Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perwakilan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Perwakilan Kementerian Agama, Tokoh masyarakat setempat, dan Prajuru adat Desa Suana
Melalui pelaksanaan Bakti Penganyar ini, Pemkab Klungkung berharap nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya masyarakat semakin kuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). (kbs)

