Foto: I Gusti Putu Parwata atau akrab disapa Gus Par saat dinobatkan sebagai Duta Ayah Teladan Indonesia oleh Wakil Menteri BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Karangasem, KabarBaliSatu
Hari ulang tahun ke-51 Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau akrab disapa Gus Par, menjadi momen bersejarah sekaligus penuh makna. Dalam kunjungan kerja ke Karangasem, Wakil Menteri BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka secara resmi menobatkan Gus Par sebagai Duta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Kabupaten Karangasem. Penobatan ini menjadi puncak acara kunjungan sekaligus apresiasi atas komitmen Gus Par dalam penguatan peran keluarga dan penanggulangan stunting di Karangasem.
Wamen BKKBN menegaskan bahwa figur ayah memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi unggul.
“Peran ayah sangat krusial untuk menjembatani komunikasi dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan utuh, baik secara psikologis maupun dari sisi kepemimpinan,” ujar Wamen Ratu Ayu dalam sambutannya.
Ia menilai, kepemimpinan Gus Par yang dekat dengan masyarakat serta komitmennya dalam penguatan ketahanan keluarga layak menjadi teladan bagi para orang tua di Karangasem.
Gus Par: Menjadi Ayah Teladan Adalah Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Gelar
Menerima penghargaan itu tepat pada hari ulang tahunnya, Bupati Gus Par menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen untuk menjalankan amanah sebagai Duta GATI.
“Ini adalah kehormatan besar bagi saya. Menjadi ayah teladan bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab moral untuk memberi contoh tentang kasih sayang, kedisiplinan, dan kepemimpinan kepada anak-anak kita,” ujar Gus Par.
Ia menambahkan bahwa peran ayah tidak hanya berlangsung di dalam keluarga, tetapi juga harus tercermin dalam kepemimpinan publik yang mengutamakan kesejahteraan generasi masa depan.
“Saya percaya, kuatnya sebuah bangsa berawal dari kuatnya keluarga. Tugas ayah adalah menjadi penopang, pendamping, dan pengarah. Saya akan terus mengajak para ayah di Karangasem untuk hadir, terlibat, dan menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Karangasem Serius Turunkan Stunting Hingga 5% pada 2029
Selain agenda penobatan, Wamen BKKBN meninjau sejumlah program unggulan Pemkab Karangasem, termasuk GENTING (Gerakan Cegah Stunting) dan SPPG (Screening, Pemetaan, Pembinaan Gizi). Kunjungan ini menjadi evaluasi atas keseriusan daerah dalam menekan angka stunting.
Gus Par menegaskan bahwa target Karangasem adalah menurunkan stunting hingga 5% pada tahun 2029, sebuah target besar namun realistis mengingat berbagai program telah berjalan secara terukur.
“Kami di Karangasem tidak main-main dalam penanggulangan stunting. Melalui GENTING dan SPPG, kami memastikan intervensi gizi berjalan tepat sasaran. Dengan dukungan BKKBN dan peran aktif masyarakat, kami optimis mencapai target penurunan hingga 5% pada 2029,” kata Gus Par.
Ia menambahkan bahwa penanggulangan stunting bukan hanya soal data, melainkan soal masa depan generasi Karangasem.
“Anak-anak kita harus lahir sehat, tumbuh kuat, dan cerdas. Itu fondasi utama Karangasem AGUNG yang kami perjuangkan,” ujarnya.
Momentum Ulang Tahun Bertuah bagi Kepemimpinan Karangasem
Penobatan sebagai Duta Ayah Teladan di hari ulang tahunnya menjadi simbol penguatan komitmen Gus Par dalam pembangunan berbasis keluarga dan kualitas SDM. Kunjungan Wamen BKKBN sekaligus menunjukkan bahwa Karangasem mendapat perhatian nasional dalam agenda ketahanan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Dengan semangat itu, Gus Par menegaskan bahwa Karangasem akan terus bergerak menuju daerah yang AGUNG: Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Lohjinawi—berangkat dari fondasi keluarga yang kuat dan anak-anak yang tumbuh optimal. (kbs)

