Foto: Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, M.Kes. saat menerima penghargaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama dalam Kinerja Surveilans AFV dan Discarded Campak Rubella Tahun 2025 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menegaskan posisinya di panggung nasional. Kali ini, prestasi datang dari sektor kesehatan: Klungkung dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota Terbaik Pertama dalam Kinerja Surveilans AFV dan Discarded Campak Rubella Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, M.Kes., dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dalam puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5/2026).
Capaian ini menjadi penanda bahwa sistem deteksi dini dan pengendalian penyakit di Klungkung berjalan efektif dan responsif, terutama dalam memantau kasus lumpuh layu akut (AFV) serta eliminasi campak dan rubella.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif yang membawa daerahnya meraih posisi tertinggi di tingkat nasional. Ia menilai keberhasilan ini bukan semata kerja satu institusi, melainkan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan dan seluruh OPD terkait yang telah membawa nama Klungkung menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Ini kerja bersama,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kebanggaan, Satria menegaskan bahwa prestasi ini harus dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Tantangan ke depan, menurutnya, adalah menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Mari kita jaga dan tingkatkan capaian ini, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Klungkung,” tegasnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi energi baru bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem surveilans kesehatan. Sebab di balik angka dan indikator, ada satu tujuan utama yang ingin dicapai: memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman penyakit melalui deteksi dini yang cepat, akurat, dan berkelanjutan. (kbs)

