Foto: Suasana seleksi mahasiswa baru tahun ajaran 2026-2027 untuk program S1 Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja.
Badung, KabarBaliSatu
Rotary Club of Bali Bersinar sukses menggelar agenda tahunan District Governor Visit pada Jumat, 24 Juli 2026. Acara yang diselenggarakan di Auditorium Dwi Tunggal UNDIKNAS ini dihadiri langsung oleh District Governor (DG) 2026–2027, Wayan Tur Adnyana.
Dalam kegiatan DG Visit, District Governor (DG) 2026–2027, Wayan Tur Adnyana secara langsung melihat growing lokal ekonomi melalui pameran UMKM, edukasi dan literasi terkait kebaya karena mengusung juga ekonomi kreatif dalam berbagai kebaya.
Kunjungan resmi ini juga berfokus pada peningkatan edukasi dan literasi anak-anak melalui kegiatan Lomba Mewarnai tingkat TK A, TK B, dan Tingkat SD. Dalam kesempatan tersebut, District Governor, Wayan Tur Adnyana menjadi juri dalam lomba warnai. Program ini dirancang untuk mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan minat belajar siswa sejak dini.
Pada hari yang sama, Rotary Club of Bali Bersinar juga menggelar acara tahunan Board Change Over (BCO), bertempat di Selasar Gedung C Kampus UNDIKNAS. Acara ini menjadi momen bersejarah dalam perantian kepemimpinan dan kepengurusan organisasi service club tersebut.
Momen pergantian kepemimpinan ini menandai berakhirnya masa bakti Dra. Anak Agung Ayu Rai Wahyuni, M.Si sebagai President Rotary Club of Bali Bersinar periode 2025–2026, yang kini secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Dra. Anak Agung Rai Tirtawati, M.Si untuk periode 2026–2027.
Dalam acara yang bertajuk “Rotary Create Lasting Impact”, President baru Dra. Anak Agung Rai Tirtawati, M.Si menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kemanusiaan, sosial, dan pendidikan, serta memperkuat kontribusi Rotary Club of Bali Bersinar di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen gotong royong dan sinergi “Pang Pada Payu” yang melibatkan Lapas Perempuan Kerobokan, STIE Satya Dharma Singaraja, Rotary Club of Bali Bersinar, Rotary Club (RCC) Lapas Perempuan, Rotary Club (RCC) Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma Undiknas, Rotary District 3420, DPD Perpina Provinsi Bali, Hippi, Pusat Studi Undiknas, serta Yayasan Ratyni Gorda, diselenggarakan pula tes masuk mahasiswa baru untuk Program S1 Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja, tahun ajaran 2026-2027 untuk Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.
Sebanyak 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan dinyatakan lulus seleksi mahasiswa baru tahun ajaran 2026-2027 untuk program S1 Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja.
Keberhasilan ini diperoleh setelah mereka melewati serangkaian ujian kompetitif pada Selasa (28/7), serta serangkaian pelatihan keterampilan non akademis yang diberikan oleh Pusat Study Undiknas dan Perpina. Program pendidikan bagi WBP ini menjadi program perkuliahan pertama dan satu-satunya bagi warga binaan perempuan di Indonesia.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari para warga binaan. Dari total 50 pendaftar awal, seleksi menyusut menjadi 25 orang, hingga akhirnya terpilih 10 orang terbaik. Pihak Lapas berkomitmen penuh memfasilitasi kebutuhan akademis di dalam blok hunian menggunakan anggaran dinas dan bantuan eksternal.
“Kami menyiapkan fasilitas belajar di aula, mulai dari kursi kuliah hingga akses internet. Karena kelasnya bersifat hybrid dan mereka dilarang membawa ponsel, kami juga menyediakan televisi bantuan pihak luar untuk kelancaran Zoom. Kami ingin mereka membawa pulang gelar diploma maupun sarjana sebagai bukti keberhasilan pembinaan. Sesuai undang-undang, hak pendidikan adalah milik semua warga negara, tidak terkecuali mereka yang sedang menjalani pidana,” ujar Putu Andiyani.
Skema perkuliahan bagi para WBP dirancang khusus secara hybrid guna menyiasati keterbatasan ruang gerak. Ketua STIE Satya Dharma Singaraja, Dr. Ni Nyoman Juli Nuryani, S.E., M.M., C.Med., menjelaskan bahwa skema ini mengombinasikan pembelajaran jarak jauh via tatap muka virtual dan kunjungan langsung dosen ke Lapas. Program ini merupakan angkatan kedua, setelah angkatan pertama menerima 11 mahasiswi yang saat ini berada di tingkat akhir dan dijadwalkan wisuda pada November 2027 mendatang.
“Sesekali kami hadir langsung mengajar ke Lapas, dan sesekali memberikan materi melalui Zoom Meeting, menyesuaikan kondisi di lapangan. Harapan kami, melalui kelanjutan studi ini kualitas jati diri mereka meningkat, memiliki bekal ilmu kompeten dan keterampilan yang cukup, sehingga tidak kembali lagi menjalani kehidupan kelam seperti sebelumnya,” urai Dr. Ni Nyoman Juli Nuryani.
Dukungan finansial dan pembinaan non-akademis juga mengalir kuat dari gerakan Rotary. District Governor (DG) Rotary D 3420, I Wayan Tur Adnyana, memberikan apresiasi tertinggi atas sinergi lintas lembaga ini. Pada angkatan pertama, Rotary Distrik 3420 telah menggelontorkan bantuan beasiswa untuk 6 mahasiswi Lapas. Melihat ekspresi bahagia dan motivasi tinggi para WBP selama proses interview, Tur Adnyana berkomitmen untuk mencarikan sponsor kelanjutan studi hingga jenjang Strata 1 (S1).
“Antusiasme mereka sangat luar biasa saat wawancara, tertawa lepas seolah tanpa beban di dalam Lapas. Program ini menaikkan harga diri, mutu, dan kepercayaan mereka saat kembali ke masyarakat nanti. Kami di Rotary berkomitmen penuh memastikan model ini berjalan berkelanjutan, dan berharap Lapas lain di Indonesia bisa membuka ruang serupa bagi warga binaannya,” tegas I Wayan Tur Adnyana.
Senada dengan hal itu, Presiden Rotary Club of Bali Bersinar periode 2026-2027, Dra. AA Rai Tirtawati, M.Si., menyatakan komitmennya dalam menjalankan tujuh fokus area Rotary, khususnya di bidang pendidikan dan kewirausahaan. Pembinaan tak sekadar teori, melainkan aplikasi nyata penunjang perkuliahan mandiri.
“Tupoksi kami memberikan pembinaan berkala sesuai keahlian anggota, mulai dari pelatihan wirausaha, efisiensi cara belajar efektif, hingga pembentukan karakter kepemimpinan. Harapan kami program kerja sama multi-lembaga ini menjadi program jangka panjang yang berkembang konsisten,” tutur Rai Tirtawati.
Implementasi keterampilan praktis non-akademis dikawal langsung oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Bali. Ketua DPD Perpina Bali, Irma, memaparkan pentingnya penyelarasan pendidikan formal akademik dengan kecakapan hidup praktis (soft skills) agar para mahasiswi kelak siap membuka usaha secara mandiri.
“Visi-misi kami memastikan anak-anak ini menerima hak pendidikan yang setara. Kami membimbing mereka lebih dari satu tahun di bidang non-akademik, seperti perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan), industri fashion, hingga tata cara membuka bisnis kuliner. Tujuannya jelas, agar mereka menjadi wanita tangguh yang mandiri secara ekonomi selepas dari sini,” jelas Irma.
Ketua Yayasan Ratyni Gorda yang dalam hal ini diwakili oleh Bendahara Yayasan Ratyni Gorda, Gung Tini Gorda mengingatkan para mahasiswi baru agar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan penuh tanggung jawab. Program beasiswa ini sepenuhnya dibiayai secara ikhlas melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yayasan, yang membebaskan biaya pendaftaran hingga uang muka perkuliahan.
“Biaya kuliah D3 Akuntansi per orang sampai tamat itu berkisar Rp 35 juta, sedangkan S1 Manajemen mencapai Rp 45 juta. Uang pendaftaran dan biaya awal kami gratiskan. Ini adalah investasi modal akhirat dan bentuk nyata kerja cerdas Kalapas yang mengetuk hati kami semua. Lapas Perempuan Kerobokan ini sangat luar biasa. Warga binaan di sini harus bersyukur karena dikelilingi orang-orang yang datang atas dasar kemanusiaan untuk menormalisasi multi-talenta perempuan,” pungkas Gung Tini Gorda.
Di akhir acara, District Governor (DG) Rotary D 3420, I Wayan Tur Adnyana, menyampaikan kabar yang menggembirakan di mana 10 calon mahasiswa yang lulus untuk melanjutkan pendidikan di STIE Satya Darma akan dibiayai secara penuh hingga sarjana. Hal tersebut terwujud berkat kolaborasi dan Sinergi antar berbagai pihak dengan mengedepankan gotong royong dan sinergi “Pang Pada Payu”. (kbs)

