BerandaDaerahTak Hanya Infrastruktur, Gubernur Koster Dorong Penguatan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Tak Hanya Infrastruktur, Gubernur Koster Dorong Penguatan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

RAPBD Bali 2027 Arahkan Anggaran untuk Peningkatan Kualitas SDM

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Pemprov Bali tidak hanya memprioritaskan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong penguatan layanan pendidikan dan kesehatan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali.

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi Bali menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas penting dalam arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027. Penguatan kedua sektor tersebut dilakukan melalui alokasi anggaran pendidikan sesuai ketentuan perundang-undangan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan pencegahan penyakit.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Paripurna ke-56 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, dengan agenda Jawaban Gubernur terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Bali, Jumat (30/10/2026).

Dalam tanggapannya terhadap masukan fraksi-fraksi DPRD Bali, Koster menjelaskan bahwa pengalokasian anggaran pendidikan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Anggaran tersebut mencakup sejumlah kebutuhan strategis, mulai dari pembayaran gaji dan tunjangan guru serta tenaga kependidikan, pembangunan ruang kelas baru dan unit sekolah baru, hingga pembiayaan operasional satuan pendidikan. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran untuk kegiatan kepemudaan dan olahraga.

“Pengalokasian anggaran untuk sektor pendidikan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gaji dan tunjangan guru serta tenaga kependidikan, pembangunan ruang kelas baru dan unit sekolah baru, operasional satuan pendidikan, serta mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga,” jelas Koster.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pendidikan harus menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran daerah agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan optimal dan didukung sarana serta prasarana yang memadai.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, Koster sependapat dengan pandangan fraksi-fraksi DPRD Bali mengenai pentingnya memperkuat pelayanan yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan beban pembiayaan pelayanan kuratif atau pengobatan.

“Di sektor kesehatan, kami sependapat bahwa penguatan pelayanan harus lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. Langkah ini penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban biaya pelayanan kuratif atau pengobatan,” tegasnya.

Koster menambahkan, pembangunan pendidikan dan kesehatan harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah. Kedua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik.

Melalui penguatan anggaran pendidikan dan kesehatan dalam RAPBD 2027, Pemprov Bali berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Bali. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini