BerandaDaerahBupati Klungkung Minta Vaksinasi Rabies Digencarkan di Setiap Desa

Bupati Klungkung Minta Vaksinasi Rabies Digencarkan di Setiap Desa

Masyarakat Diimbau Manfaatkan Layanan Vaksinasi dan Sterilisasi Gratis untuk Tekan Penularan HPR

Foto: Bupati Satria meninjau langsung pelaksanaan sterilisasi dan vaksinasi gratis terhadap hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (13/8).

Klungkung, KabarBaliSatu

Kabupaten Klungkung terus berkomitmen menekan dan mencegah penyebaran kasus rabies demi mewujudkan wilayah yang aman dan bebas dari ancaman penyakit tersebut. Langkah nyata ini ditunjukkan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat meninjau langsung pelaksanaan sterilisasi dan vaksinasi gratis terhadap hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (13/8).

Kehadiran orang nomor satu di Klungkung tersebut disambut antusias oleh para pemilik hewan peliharaan yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis bagi hewan kesayangan mereka.

Dalam arahannya, Bupati Satria menegaskan bahwa pencegahan rabies memerlukan partisipasi aktif dan kesadaran tinggi dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan. Ia meminta agar kegiatan vaksinasi massal digencarkan secara merata di seluruh wilayah Klungkung.

“Saya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mari bersama-sama mengikuti vaksinasi sebagai langkah utama mencegah rabies. Ke depan, kegiatan ini agar terus berlanjut dan rutin dilaksanakan di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Klungkung,” pinta Bupati Satria.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ni Luh Made Ariyati, S.T., M.Kes., menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan untuk mencegah serta menekan potensi kasus rabies sejak dini. Selain tindakan medis, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian pemilik hewan dan masyarakat luas terhadap pentingnya kesehatan hewan peliharaan serta penanganan dini terhadap gigitan hewan.

Kendati demikian, Ariyati mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi warga di lapangan masih terus didorong karena capaian pendaftaran saat ini masih menyisakan kuota dari target yang telah disediakan.

Di Balai Desa Gunaksa, dari kuota sekitar 300 dosis vaksin yang disediakan, tercatat baru 76 hewan yang divaksin dan 25 hewan didaftarkan untuk sterilisasi. Kondisi serupa terjadi di Banjar Babung, Desa Gunaksa, di mana dari ketersediaan kuota vaksin yang sama, tercatat baru 15 hewan yang divaksin dan 8 hewan didaftarkan untuk sterilisasi.

Dinas Pertanian terus mengajak masyarakat setempat memanfaatkan sisa kuota yang ada demi mengoptimalkan perlindungan kesehatan hewan dan keselamatan lingkungan sekitar. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini