BerandaDaerahOpang.id “Ojol Versi Koperasi” Menggebrak Pulau Dewata! Putu Adi Wijaya: Siap Putar...

Opang.id “Ojol Versi Koperasi” Menggebrak Pulau Dewata! Putu Adi Wijaya: Siap Putar Ekonomi Lokal Bali hingga Rp10 Miliar per Bulan

Model Bisnis Baru untuk Koperasi Kuasai Pasar Digital

Foto: Direktur Utama sekaligus penggagas kooperasi.com dan Opang.id, Putu Adi Wijaya.

Denpasar, KabarBaliSatu 

Transformasi koperasi di Bali memasuki babak baru dengan hadirnya kooperasi.com dan layanan transportasi berbasis koperasi Opang.id. Platform ini tidak hanya mendorong digitalisasi tata kelola koperasi, tetapi juga membuka model bisnis baru yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal secara langsung dan berkelanjutan.

Direktur Utama sekaligus penggagas kooperasi.com dan Opang.id, Putu Adi Wijaya, menjelaskan bahwa kooperasi.com lahir dari keinginan untuk membantu koperasi, khususnya di Bali dan Indonesia, agar mampu bertransformasi melalui digitalisasi tata kelola.

Melalui platform ini, koperasi diharapkan tidak lagi dipandang sebagai lembaga yang ketinggalan zaman, melainkan dapat tampil lebih modern dan relevan sehingga diterima oleh masyarakat luas, termasuk generasi milenial dan Gen Z.

“Jadi ke depannya kita berharap koperasi koperasi ini bukan hanya bersifat atau dilihat sebagai koperasi atau lembaga yang jadul, tapi bisa juga menjadi yang diterima oleh masyarakat ataupun generasi generasi milenial atau Gen Z seperti itu,” ujarnya di sela-sela peluncuran kooperasi.com dan Opang.id pada Rabu, 17 Desember 2025, di kawasan Renon, Denpasar.

Ia menjelaskan, kooperasi.com menghadirkan platform terpadu yang mencakup digitalisasi tata kelola koperasi, baik dari sisi keanggotaan, simpan pinjam, maupun integrasi dengan berbagai ekosistem usaha koperasi.

“Contohnya, misalkan untuk di warung kelontong kita punya terintegrasi juga platform nya, lalu juga misalkan dari sisi untuk kasir kita juga ada untuk aplikasi yang sudah terintegrasi, lalu juga kita sudah terintegrasi dengan standar dari Kemenkop untuk pendataan,” jelasnya.

Selain itu, platform ini juga telah terhubung dengan layanan asuransi guna memberikan perlindungan bagi koperasi dan anggotanya.

“Lalu dari sisi yang lain adalah kita juga sudah bekerjasama dengan pihak asuransi yang sudah terintegrasi. Jadi untuk mengamankan dari posisi koperasi dan anggota. Lalu yang terakhir yaitu yang kita launching adalah Opang.id.” imbuhnya.

Putu Adi menuturkan, Opang.id dihadirkan sebagai solusi bisnis baru bagi koperasi yang selama ini lebih banyak bergerak di sektor simpan pinjam.

“Opang.id ini sendiri sebenarnya adalah solusi bisnis dari koperasi karena kita tahu koperasi selama ini kan hanya simpan pinjam, tapi kita ingin memberikan suatu bisnis yang baru yaitu Opang.id atau skemanya seperti ojek online atau ojek pangkalan yang dimana nantinya ini dikelola langsung oleh koperasi,” ungkapnya.

Dalam skema tersebut, koperasi berperan sebagai operator, sementara pengemudi merupakan anggota koperasi itu sendiri. Ia menyebut konsep Opang.id sebagai bentuk sederhana dari ojek online berbasis kepemilikan bersama.

“Jadi sederhananya Go-Jek versi koperasi itu jadi Gojek Grab versi koperasi. Jadi kalau yang platform lain itu kan bisnisnya perusahaan luar atau perusahaan yang sendiri. Tapi ini yang punya koperasi itu sendiri. Jadi yang punya juga masyarakat atau anggota atau user juga. Yang punya adalah anggota itu sendiri,” tegasnya.

Saat ini, jumlah anggota dan pengemudi Opang.id masih terbatas karena baru diluncurkan. Namun ke depan, layanan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan secara luas di Bali, dengan fokus awal pada jasa antar-jemput penumpang dan barang.

Dari sisi potensi ekonomi, Putu Adi menilai Opang.id memiliki peluang besar karena mudah diterapkan dan berbasis kebutuhan internal anggota.

“Nah jadi kalau kita berbicara dari sisi satu, yang pertama ini sangat mudah diaplikasikan dari modal WhatsApp karena kita tidak menggunakan platform aplikasi. Yang kedua karena ini adalah anggota yang sifatnya internal, jadi perputaran ekonomi cepat,” jelasnya.

Di Bali, implementasi Opang.id ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 koperasi pada tahap awal. Dengan jumlah tersebut, perputaran ekonomi dari jasa antar-jemput diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah per bulan.

“Perputaran sampai kalau kita bicara di angka puluhan M. Untuk perputaran perbulan dari jasa antar jemput saja, di bawah itu sekitar di atas 10 miliar per bulan,” terangnya.

Ia menegaskan, dampak ekonomi dari Opang.id akan langsung dirasakan masyarakat.

“Jadi perekonomian muter di tingkat lokal, ekonomi lokal di bawah jadi grassroot. Ini semakin kuat,” pungkasnya.

Dengan mengusung konsep kepemilikan bersama, teknologi sederhana berbasis WhatsApp, serta orientasi pada ekonomi lokal, Opang.id tidak sekadar menawarkan layanan transportasi. Lebih dari itu, platform ini menjadi simbol upaya mengembalikan ruh koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat, dari desa, oleh anggota, dan untuk kesejahteraan bersama.(kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini