Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri pelaksanaan Puncak Karya Ngeratep, Melaspas, dan Pasupati Ida Sesuhunan Ratu Ayu dan Ratu Gede di Banjar Belaluan Sadmerta, Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (11/11).
Denpasar, KabarBaliSatu
Denpasar kembali menghadirkan nuansa spiritual yang kental saat Puncak Karya Ngeratep, Melaspas, dan Pasupati Ida Sesuhunan Ratu Ayu dan Ratu Gede digelar di Banjar Belaluan Sadmerta, Dangin Puri Kauh, pada Selasa (11/11). Upacara sakral ini dipadati krama setempat dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Penglingsir Puri Agung Denpasar A.A.Ngr. Agung Wira Bima Wikrama, anggota DPRD Kota Denpasar Putu Oka Mahendra, Kadis Kebudayaan Raka Purwantara, serta para tokoh masyarakat.
Dalam acara yang berlangsung khidmat itu, Jaya Negara menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan dan dedikasi masyarakat Banjar Belaluan Sadmerta. Menurutnya, karya ngeratep dan melaspas bukan hanya ritual penyucian, tetapi juga simbol keteguhan masyarakat Bali dalam menjaga warisan leluhur.
“Saya mengapresiasi semangat ngayah warga Banjar Belaluan Sadmerta. Yadnya seperti ini tidak hanya menjaga kesucian pura dan pratima Ida Sesuhunan, tetapi juga memperkuat nilai menyama braya dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kelihan Adat Banjar Belaluan Sadmerta, Ida Bagus Mayun Suryaguna, turut mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian upacara yang telah melalui proses pemugaran sejak 10 Juli 2025. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Denpasar atas dukungan yang diberikan.
“Puncak karya ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat rasa bhakti dan kebersamaan. Semua dapat berjalan lancar berkat dukungan dan partisipasi seluruh krama banjar,” jelasnya.
Upacara dipuput oleh Ida Perande Gede Made Karang dari Griya Karang Tampak Gangsul dan dirangkaikan dengan penampilan kesenian wali seperti Rejang Renteng, Rejang Sari, hingga Topeng Wali. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jaya Negara juga meninjau langsung prosesi ngeratep dan menyerahkan punia sebagai wujud sradha bhakti.
Pelaksanaan karya yang tertib dan sarat makna ini kembali menegaskan komitmen Kota Denpasar dalam menjaga kekayaan budaya, spiritualitas, dan harmoni sosial sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali. (kbs)

