BerandaDaerahDari Endek hingga Gringsing, Fashion Day Bali 2026 Tegaskan Identitas Lokal ke...

Dari Endek hingga Gringsing, Fashion Day Bali 2026 Tegaskan Identitas Lokal ke Panggung Global

Gubernur Koster Dorong ASN Jadi Etalase Produk Lokal di Dekranasda Bali Fashion Day 2026

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri ajang Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal saat menghadiri ajang Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Ksirarnawa ini menjadi panggung kolaborasi antara aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku industri kecil menengah (IKM) serta UMKM.

Dalam suasana yang hidup dan penuh kreativitas, Koster menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perangkat daerah dan ASN yang turut ambil bagian. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar peragaan busana, tetapi juga membuka ruang bagi ASN untuk mengekspresikan bakat sekaligus berkontribusi langsung pada perputaran ekonomi pelaku IKM dan UMKM di kawasan Art Center.

“Ajang ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal keberpihakan pada produk lokal dan pelaku usaha kita,” ujarnya.

Penilaian dalam peragaan busana pun tidak dilakukan secara sembarangan. Koster menyoroti pentingnya harmoni antara warna, motif, ekspresi, dan karakter peserta di atas panggung. Dari seluruh peserta, Perangkat Daerah BPBD Provinsi Bali dinilai tampil paling solid dalam memadukan seluruh unsur tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa Dekranasda Bali Fashion Day dirancang sebagai ruang gotong royong lintas sektor. Agenda rutin bulanan ini menjadi wadah bagi desainer lokal untuk menampilkan karya, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

“Kami ingin membangun solidaritas antara ASN dan pelaku UMKM, sekaligus memberi panggung bagi desainer Bali untuk berkembang hingga ke tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.

Lebih jauh, Putri Koster mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan kain tradisional Bali, khususnya tenun endek yang kini mulai terancam kelangkaan akibat minimnya regenerasi penenun. Ia mengajak masyarakat, terutama ASN, untuk menjadikan kain endek sebagai pilihan utama dalam berbusana.

Menurutnya, pelestarian kain tradisional bukan sekadar soal identitas budaya, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi para perajin. Ia juga menyinggung kain gringsing khas Karangasem—tenun ikat ganda yang dikenal sebagai salah satu kain paling langka di dunia—yang sarat nilai tradisi dan dipercaya memiliki makna magis.

Ajang kali ini melibatkan sekitar 130 peserta yang terdiri dari pejabat dan staf dari berbagai perangkat daerah, seperti BPBD, Bappeda, Dinas Perhubungan, hingga Biro Organisasi Setda Provinsi Bali. Mereka tampil dalam berbagai kategori, mulai dari busana adat ke kantor, busana endek, hingga busana kasual.

Melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan mampu memperkuat kecintaan terhadap produk lokal sekaligus mengangkat posisi karya-karya Bali agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini