BerandaDaerahWagub Giri Prasta: Persatuan Adalah Kekuatan Utama dalam Menjaga Adat dan Budaya...

Wagub Giri Prasta: Persatuan Adalah Kekuatan Utama dalam Menjaga Adat dan Budaya Bali

Foto : Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, dan Caru Wraspati Kalpa di Pura Ibu Pasek Gelgel, Banjar Sawangan, Desa Adat Pemiga, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Rabu (3/12/2025).

Badung, KabarBaliSatu

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, dan Caru Wraspati Kalpa di Pura Ibu Pasek Gelgel, Banjar Sawangan, Desa Adat Pemiga, Kuta Selatan, Rabu (3/12/2025). Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan ritual adat, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral bagi pasemetonan Pasek Gelgel Sawangan yang sedang melaksanakan karya yadnya.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan rasa persaudaraan di internal pasemetonan. Baginya, kebersamaan adalah modal sosial yang paling mahal dalam menjaga tradisi dan identitas budaya Bali.

“Jika kita bersatu, setengah dari perjuangan sudah selesai. Tapi kalau kita tidak rukun, semua perjuangan bisa sia-sia,” tegasnya.

Wagub juga mengajak seluruh warga untuk tetap eling kepada kawitan, karena keyakinan terhadap leluhur adalah pondasi spiritual yang menjaga arah dan nilai kehidupan masyarakat Bali. Dengan tuntunan Ida Betara Hyang Guru, ia yakin pasemetonan Pasek Gelgel akan mampu melanjutkan tradisi yadnya secara berkesinambungan.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Wagub Giri Prasta memberikan punia pribadi sebesar Rp50 juta kepada panitia karya. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia, Mangku Nyoman Subrata.

Ketua panitia mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Wagub menjadi penyemangat bagi 164 kepala keluarga Pasek Gelgel Sawangan yang terlibat dalam pelaksanaan karya.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur telah lama dinantikan. Terima kasih atas perhatian, dukungan, dan semangat yang diberikan kepada kami,” ujarnya.

Upacara tersebut juga dihadiri Ida Dalem Semarapura, serta Anggota DPRD Kabupaten Badung Wayan Luwir dan Nyoman Kariana. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pelestarian tradisi adat merupakan agenda bersama, bukan hanya urusan pasemetonan, tetapi bagian dari kekuatan kebudayaan Bali secara keseluruhan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini