Foto: Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra saat menyaksikan kemeriahan Gelaran Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung (AKSIKU) di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (22/10/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Gelaran Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung (AKSIKU) memasuki hari ketiga dengan menghadirkan beragam atraksi seni tradisional yang memikat masyarakat. Bertempat di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (22/10/2026), kegiatan ini menjadi panggung bagi seniman dari empat kecamatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga kelestarian seni budaya Bali.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turut hadir menyaksikan kemeriahan acara tersebut. Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Pada hari ketiga, AKSIKU menyuguhkan Lomba Bapang Barong dan Mekendang Tunggal antarkecamatan. Empat kelompok seni dari Kecamatan Klungkung, Dawan, Banjarangkan, dan Nusa Penida tampil menunjukkan kreativitas, teknik, serta kekompakan dalam membawakan kesenian tradisional.
Keempat peserta yang berkompetisi yakni Sekaa Barong Semut dari Kecamatan Klungkung, Sekaa Barong Bapang Gunaksa dari Kecamatan Dawan, Komunitas Seni Bala Swari dari Kecamatan Banjarangkan, serta Sekaa Gong Gita Paraartha dari Kecamatan Nusa Penida.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri dengan mempertimbangkan aspek keharmonisan, teknik, dan ketangkasan, Sekaa Barong Semut dari Kecamatan Klungkung berhasil meraih juara pertama.
Posisi juara kedua diraih Sekaa Barong Bapang Gunaksa dari Kecamatan Dawan, disusul Komunitas Seni Bala Swari dari Kecamatan Banjarangkan sebagai juara ketiga. Sementara itu, Sekaa Gong Gita Paraartha dari Kecamatan Nusa Penida meraih Juara Harapan I.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, penampil, dan sanggar seni yang telah berpartisipasi dalam menyemarakkan AKSIKU. Menurutnya, keterlibatan para seniman dari berbagai kecamatan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur.
Melalui penyelenggaraan AKSIKU, Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kreativitas bagi para seniman, khususnya generasi muda, agar seni tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Ajang ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kabupaten Klungkung sekaligus mendorong generasi penerus untuk semakin mencintai, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan seni tradisional daerah. (kbs)

