Foto: Bupati Satria didampingi Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Klungkung, serta Kepala DPMPTSP Kabupaten Klungkung, diruang kerjanya, Kamis (3/9).
Tangerang, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pemkab Klungkung berhasil meraih penghargaan kategori Best Investment Promotion serta Juara Harapan II di bidang visual Lomba Video Kreatif pada ajang APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Keberhasilan tersebut disambut baik oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, yang didampingi Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Ari Citra, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Klungkung, I Made Sudiarkajaya, di ruang kerjanya pada Kamis (3/9). Raihan ini makin menegaskan komitmen serta keberhasilan pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran perangkat daerah yang telah bekerja keras mengharumkan nama kabupaten. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan seremonial, melainkan momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi perizinan.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Mari bersama-sama menjaga semangat dan kekompakan, serta jadikan apa yang kita raih ini sebagai momentum untuk terus berinovasi dan berkarya dalam membangun Klungkung yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Bupati Satria.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Klungkung, I Made Sudiarkajaya, menjelaskan bahwa penghargaan Best Investment Promotion menjadi tolak ukur kesiapan pemerintah daerah dalam menyajikan data potensi investasi ready-to-offer, sekaligus bentuk komitmen nyata menciptakan ekosistem serta iklim investasi yang kondusif bagi para investor.
“Jadi di dalam mengikuti lomba video kreatif, Pemkab Klungkung mengusung tema ‘Melampaui Kanvas’. Sedangkan dalam meraih penghargaan Best Investment Promotion, kami mempromosikan potensi daerah, khususnya sektor pariwisata unggulan seperti destinasi wisata di Nusa Penida,” jelas Sudiarkajaya.
Sudiarkajaya memaparkan, tema “Melampaui Kanvas” dalam lomba video kreatif menggambarkan upaya membawa seni lukis Wayang Kamasan keluar dari media tradisionalnya. Karya tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya dipertahankan sebagai lukisan, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti tote bag, mug, casing ponsel, kipas, dan produk lainnya.
Melalui gagasan ini, Pemkab Klungkung ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan perkembangan zaman. Dengan demikian, Wayang Kamasan tetap dikenal, digunakan, memiliki nilai ekonomi, serta dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (kbs)

