Foto : Bupati Klungkung I Made Satria menerima audiensi PT Cartenz Indonesia di sela-selakunjungan kerjanya di DKI Jakarta Minggu (11/1/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memacu transformasi digital sebagai instrumen politik pembangunan daerah. Di sela kunjungan kerjanya di DKI Jakarta, Minggu (11/1/2026), Bupati Klungkung I Made Satria menerima audiensi manajemen PT Cartenz Indonesia guna membahas penguatan digitalisasi tata kelola pemerintahan sekaligus optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Audiensi yang berlangsung di Hotel Borobudur itu dihadiri jajaran pimpinan daerah lintas sektor. Bupati Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Plt. Kepala Dinas Pariwisata I Gusti Agung Putra Maha Jaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika I Wayan Sudiarta, Kepala BPD Cabang Klungkung Kadek Astika Budiyasa, serta Kabid PPPPD BPKPD Komang Agus Sedana. Komposisi peserta menegaskan bahwa agenda digitalisasi tidak berdiri sendiri, melainkan menyentuh sektor fiskal, perizinan, hingga pelayanan publik.
Managing Director PT Cartenz Indonesia, Andrew Rian Pamungkas, memaparkan bahwa sejak 2023 pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Klungkung melalui aplikasi Citygov dan Smartgov untuk mendukung pemungutan pajak daerah dan peningkatan PAD. Ke depan, PT Cartenz menyatakan kesiapan mengintegrasikan kedua platform tersebut ke dalam Super App Mahottama yang resmi diluncurkan pada 23 November lalu.
“Kami siap meningkatkan performa Super App Mahottama agar mampu menopang digitalisasi tata kelola Pemkab Klungkung, khususnya dalam upaya peningkatan PAD,” ujar Andrew. Hingga kini, Super App Mahottama telah mencatat lebih dari 8.400 permohonan layanan, menghadirkan 184 aplikasi dari 56 instansi. PT Cartenz pun membuka ruang masukan dan dukungan data dari pemerintah daerah untuk menyempurnakan kinerja aplikasi tersebut.
Menanggapi paparan itu, Bupati Made Satria menegaskan arah kebijakan digitalisasi Pemkab Klungkung difokuskan pada tiga ranah strategis. Pertama, digitalisasi sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menutup potensi kebocoran. Kedua, digitalisasi perizinan guna memperluas basis wajib pajak dan mengoptimalkan potensi PAD. Ketiga, penguatan tata kelola pemerintahan, terutama terkait keandalan server dan aplikasi pendukung pelayanan publik.
“Berbagai langkah akan kami tempuh untuk meningkatkan PAD sebagai penopang pembangunan Klungkung. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak harus terus diperkuat,” tegas Made Satria.
Senada, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra mendorong penyempurnaan Super App Mahottama agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya peran aktif setiap OPD dalam mengembangkan aplikasi yang benar-benar menjawab kebutuhan pelayanan publik dan mendukung agenda peningkatan pendapatan daerah. (kbs)

