Foto: Anggota MPR/DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Undwi, Pada Senin (15/12).
Denpasar, KabarBaliSatu
Anggota MPR/DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Dwijendra (Undwi), untuk memperkuat wawasan kebangsaan sebagai fondasi membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Denpasar, Senin (15/12).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. I Nyoman Satia Negara, serta civitas akademika Undwi. Sosialisasi ini bertujuan menguatkan pemahaman mahasiswa terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam pemaparannya, Tutik Wardhani menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai harapan masa depan bangsa. Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan menjadi kunci dalam mencetak SDM yang tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.
“Memperkuat wawasan kebangsaan, SDM yang kuat, kokoh, cerdas dan berkualitas,” kata Tutik Wardhani.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak muda di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Kemudahan akses informasi, kata dia, harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar mahasiswa mampu memilah informasi secara cerdas.
“Mendapatkan informasi sangat mudah, perlu cari informasi positif sangat banyak ada dalam gadget (gawai-red), mahasiswa cerdas memilah informasi di tengah kemajuan teknologi,” ujarnya.
Selain penguatan ideologi kebangsaan, Tutik Wardhani mendorong generasi muda untuk aktif mendukung program pemerintah dalam memajukan bangsa, salah satunya melalui partisipasi dalam Program Magang Nasional. Program yang digagas pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini dirancang untuk menjembatani lulusan baru D3 dan S1 dengan dunia kerja.
Program Magang Nasional memberikan pengalaman kerja praktik selama enam bulan di berbagai sektor, mulai dari swasta, BUMN, hingga instansi pemerintah. Peserta memperoleh uang saku setara UMP/UMK, perlindungan BPJS, serta pembekalan kompetensi guna meningkatkan daya saing dan mempermudah akses ke dunia kerja.
Program ini dilaksanakan dalam beberapa batch dengan jadwal pendaftaran yang berbeda-beda, sebagai upaya menyiapkan talenta muda yang siap pakai dan sesuai kebutuhan industri. Pada Batch III, rangkaian kegiatan pemagangan telah dijadwalkan secara bertahap, dimulai dari pendaftaran penyelenggara pemagangan pada 24 November–3 Desember 2025, pendaftaran calon peserta pada 4–7 Desember 2025, seleksi peserta pada 8–11 Desember 2025, penetapan peserta pada 12 Desember 2025, orientasi peserta dan mentor pada 15 Desember 2025, hingga kick off Program Pemagangan Batch III yang berlangsung dari 16 Desember 2025 hingga 15 Juni 2026.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. I Nyoman Satia Negara, menyambut baik kehadiran Anggota MPR/DPR RI Tutik Wardhani di lingkungan Yayasan Dwijendra. Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Dwijendra diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan. (kbs)

