BerandaDaerahSosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di STIKOM Bali, Tutik Kusuma Wardhani Dorong Penguatan...

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di STIKOM Bali, Tutik Kusuma Wardhani Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan Generasi Muda

Empat Pilar Kebangsaan sebagai Tiang Kokoh Penjaga Persatuan dan Harmoni Bangsa

Foto: Anggota MPR/DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kampus ITB STIKOM Bali, Kamis (18/12/2025).

Denpasar, KabarBaliSatu 

Konsistensi Anggota MPR/DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, dalam memperkuat wawasan kebangsaan terus ditunjukkan melalui berbagai kegiatan edukatif di kalangan generasi muda. Legislator asal Bali yang dikenal aktif menyuarakan penguatan ideologi Pancasila dan pembangunan sumber daya manusia ini kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi, Kamis (18/12/2025), bertempat di Kampus ITB STIKOM Bali.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Tutik Kusuma Wardhani dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki jati diri kebangsaan yang kuat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Sosialisasi ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika ITB STIKOM Bali.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor ITB STIKOM Bali Associate Professor Dr. Dadang Hermawan, Wakil Rektor III ITB STIKOM Bali Yudi Agusta, PhD, Staf Khusus Rektor Dr. Adrid Indaryanto, SH., MM., Direktur ITB STIKOM Bali Abiansemal Dr. Abiza Hafidz, Professional Career Coach Andran Soewardono, CPHRM, serta para dosen dan mahasiswa.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin relevan di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus digitalisasi.

Dalam pemaparannya, Tutik Kusuma Wardhani menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama bagi keutuhan bangsa. Ia menjelaskan bahwa keempat pilar kebangsaan diibaratkan sebagai tiang penyangga sebuah bangunan agar dapat berdiri kokoh.

Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pilar utama penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara yang berfungsi sebagai fondasi persatuan, sekaligus menciptakan rasa aman, tenteram, dan harmonis dalam kehidupan bernegara.

“Keempat pilar inilah yang menjadi fondasi persatuan, sekaligus memberikan rasa aman, tenteram, dan harmonis dalam kehidupan bernegara,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Bali, Tutik Kusuma Wardhani juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran ITB STIKOM Bali sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi informasi yang mencetak generasi muda unggul.

“Sebagai wakil rakyat asal Bali, saya merasa sangat bangga dapat hadir di Kampus ITB STIKOM Bali. ITB STIKOM Bali merupakan salah satu kampus berbasis teknologi informasi yang menjadi tujuan utama para lulusan SMA dan SMK di Bali untuk mengembangkan kompetensi dan menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Tutik Kusuma Wardhani juga memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar senantiasa menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai seorang ibu, saya berharap adik-adik mahasiswa ITB STIKOM Bali senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup bangsa, di mana pun berada,” katanya.

Ia menambahkan, pengamalan nilai-nilai kebangsaan akan membentuk karakter generasi muda yang mampu hidup rukun di tengah keberagaman.

“Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai tersebut, ketika kelak kembali dan berkiprah di tengah masyarakat, adik-adik dapat membangun kehidupan yang dilandasi semangat kekeluargaan, gotong royong, kerukunan, serta toleransi. Dengan demikian, Bali akan senantiasa menjadi daerah yang rukun, damai, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Tutik.

Tutik Kusuma Wardhani kemudian menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai harapan masa depan bangsa. Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Memperkuat wawasan kebangsaan, SDM yang kuat, kokoh, cerdas dan berkualitas,” kata Tutik Kusuma Wardhani.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era digital, terutama derasnya arus informasi yang tidak seluruhnya bersifat positif. Kemudahan akses informasi, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik.

“Mendapatkan informasi sangat mudah, perlu cari informasi positif sangat banyak ada dalam gadget (gawai-red), mahasiswa cerdas memilah informasi di tengah kemajuan teknologi,” ujarnya.

Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Tutik Kusuma Wardhani berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kecakapan akademik dan teknologi, tetapi juga kesadaran kebangsaan yang kuat. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berwawasan global, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan keindonesiaan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini