Foto: Made Oka Cahyadi Wiguna, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Denpasar, KabarBaliSatu
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang masyarakat di sejumlah SPBU wilayah Denpasar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir memantik sorotan tajam dari pihak legislatif. Pertamina didesak untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat guna mengatasi keterbatasan pasokan energi tersebut sebelum berdampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi lokal.
Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Made Oka Cahyadi Wiguna, menilai situasi ini mendesak untuk dicermati secara serius oleh pihak Pertamina. Ia menegaskan bahwa Pertamina seharusnya sudah memiliki peta analisis kebutuhan pasokan dan pola distribusi BBM yang matang untuk wilayah Bali, sehingga kondisi kelangkaan tidak semestinya berulang.
“Analisis mengenai kebutuhan pasokan dan distribusi BBM di Bali tentu telah diketahui, sehingga seharusnya kondisi tersebut tidak terjadi,” tegas Made Oka Cahyadi Wiguna. Menurutnya, jika krisis pasokan ini dibiarkan berlarut-larut, hal itu menjadi indikasi kuat adanya kelalaian dari manajemen Pertamina dalam mengantisipasi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menambahkan, kelangkaan BBM yang berkepanjangan tidak hanya mengganggu mobilitas harian warga, tetapi juga mengancam perputaran roda ekonomi daerah. Jika rantai distribusi energi terhambat, dampaknya berpotensi merembet pada kelancaran pasokan bahan pokok, yang dapat memicu lonjakan harga barang hingga memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jika distribusi pasokan BBM tidak segera dilakukan, tentu dapat mengganggu distribusi bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat, kenaikan harga, dan dampak ekonomi lainnya serta dapat menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Oka Cahyadi.
Oleh karena itu, ia mendesak Pertamina melakukan pencermatan ulang secara presisi agar ketersediaan energi di Bali, khususnya Denpasar, dapat kembali pulih dan terjamin secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Oka Cahyadi menyikapi situasi ini dengan mengimbau warga Denpasar agar tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat juga diminta untuk bersikap bijak dan memfilter setiap berita yang beredar demi menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami mengajak masyarakat agar tetap tenang dan bersabar, serta jangan mudah mempercayai berbagai informasi yang belum terjamin kebenarannya, sehingga situasi tetap aman dan terkendali,” imbaunya. (kbs)

