Foto: Ilustrasi Senantara menyoroti praktik mempercantik laporan di Bio Farma.
Jakarta, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Ir Nengah Senantara, mendorong PT Bio Farma untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola perusahaan. Menurutnya, perbaikan tata kelola menjadi kunci agar berbagai persoalan yang selama ini muncul tidak kembali menjadi beban bagi kepengurusan berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Senantara saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama PT Bio Farma beserta subholding, yang membahas evaluasi kinerja korporasi tahun 2025, rencana kerja dan roadmap korporasi tahun 2026, serta berbagai agenda strategis lainnya, Selasa (9/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Senantara menyoroti persoalan tata kelola perusahaan yang dinilainya masih perlu dibenahi, terutama menyangkut aspek transparansi dan akuntabilitas.
Menurut politisi NasDem asal Bali itu, berbagai persoalan yang muncul di tubuh perusahaan pelat merah kerap berakar pada lemahnya tata kelola, termasuk praktik penyajian laporan keuangan yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Nah, terakhir, pesan saya, persoalan di Bio Farma ini kan tentang tata kelola perusahaan yang tidak memadai, terutama transparansi dan akuntabilitasnya. Sehingga masih terjadi rekayasa laporan keuangan yang dicantumkan manis-manis terus, termasuk soal restrukturisasi,” ujar Senantara dalam rapat.
Ia kemudian mempertanyakan komitmen manajemen baru Bio Farma untuk memutus praktik tersebut dan memastikan kondisi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
“Jadi ke depan untuk Pak Dirut, kira-kira bisa menghilangkan kondisi ini tidak? Karena penyakit utama di BUMN seringnya mempercantik laporan. Pada generasi berikutnya, direktur berikutnya akan menemukan hal yang sama. Jadi PR besar buat Pak Dirut. Semoga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Senantara menilai, keterbukaan dalam pelaporan keuangan dan pengambilan keputusan korporasi merupakan fondasi penting untuk membangun perusahaan yang sehat dan berkelanjutan. Tanpa transparansi yang memadai, berbagai persoalan berpotensi terus berulang dan akhirnya membebani manajemen yang datang setelahnya.
Karena itu, ia meminta jajaran direksi Bio Farma melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola yang selama ini berjalan, termasuk memastikan setiap kebijakan dan program strategis dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar perusahaan dapat menjalankan transformasi secara lebih efektif sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap BUMN yang memiliki peran strategis dalam sektor kesehatan nasional.
Dalam kesempatan itu, Komisi VI DPR RI juga mengevaluasi capaian kinerja Bio Farma sepanjang tahun 2025 dan membahas strategi perusahaan menghadapi tantangan industri kesehatan nasional pada 2026.
Senantara berharap Bio Farma mampu menjadikan momentum evaluasi tersebut sebagai titik awal perbaikan tata kelola perusahaan sehingga berbagai persoalan yang selama ini muncul dapat diselesaikan secara tuntas.
“Bio Farma memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel harus terus diperkuat agar perusahaan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara maupun masyarakat,” pungkasnya. (kbs)

