BerandaDaerahSebanyak 293.951 Lowongan Kerja Luar Negeri Terbuka Lebar, Demer Dorong Anak Muda...

Sebanyak 293.951 Lowongan Kerja Luar Negeri Terbuka Lebar, Demer Dorong Anak Muda Bali Aktif Manfaatkan Peluang

Bekerja di Luar Negeri Bisa Jadi Jalan Cepat Membangun Aset

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer (nomor 4 dari kiri) turut mendampingi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin dalam acara penandatanganan MoU, PKS, dan peresmian Warmadewa Migrant Center antara Unwar dengan Kementerian P2MI di Universitas Warmadewa (Unwar), Jumat (2/10/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terbuka lebar. Tercatat sebanyak 293.951 lowongan pekerjaan luar negeri tersedia bagi pekerja Indonesia.

Angka tersebut dinilai menjadi peluang di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, mendorong masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Menurut Demer, meningkatnya jumlah penduduk dan angkatan kerja perlu diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi serta ketersediaan lapangan pekerjaan. Jika tidak, bonus demografi justru dapat menghadirkan tantangan baru karena jumlah pencari kerja bertambah sementara kapasitas lapangan kerja domestik terbatas.

“Kita ini jumlah penduduk kita meningkat. Ini harus dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara pertumbuhan ekonomi kita kurang drastis pertumbuhannya, sehingga tidak mampu menampung seluruh angkatan kerja yang sekarang ini kita namakan bonus demografi,” ujar Demer saat ditemui di Universitas Warmadewa (Unwar), Jumat (2/10/2026) di sela-sela acara penandatanganan MoU, PKS, dan peresmian Warmadewa Migrant Center antara Unwar dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang dihadiri langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin.

Karena itu, Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu menilai pemerintah perlu membuka lebih banyak alternatif pekerjaan bagi masyarakat. Salah satunya melalui kesempatan bekerja di luar negeri, terutama di negara-negara yang membutuhkan tenaga kerja.

“Pemerintah harus menyediakan juga kepentingan masyarakat dapat bekerja. Artinya bekerja untuk mengisi perutnya. Salah satunya adalah dengan konsentrasi bekerja di luar negeri,” kata wakil rakyat berlatar belakang pengusaha sukses dan mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.

Bisa Jadi Jalan Membangun Aset

Demer menilai bekerja di luar negeri tidak hanya dapat menjadi pilihan untuk memperoleh pendapatan, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menabung dan membangun aset.

Politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu menceritakan pengalaman dua orang yang dikenalnya dan pernah bekerja di luar negeri. Keduanya disebut memulai kehidupan dari bawah dan kemudian berhasil membangun usaha setelah kembali ke Bali.

Salah satunya berasal dari Banjarangkan, Klungkung, sementara seorang lainnya berasal dari Banyuasri, Buleleng. Menurut Demer, keduanya kini telah memiliki 21 restoran Jepang.

“Umurnya di bawah 40 tahun. Mereka pulangnya apa? Beli tanah terus. Tiap enam bulan pulang beli tanah. Saya berharap nanti banyak yang begitu dari masyarakat kita,” tutur wakil rakyat yang sudah lima periode mengabdi di DPR RI memperjuangkan kepentingan rakyat Bali itu.

Menurut Demer, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri tidak harus dipandang sebagai pilihan untuk meninggalkan Bali. Penghasilan yang diperoleh justru dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan keluarga dan mengembangkan aset ketika kembali ke daerah asal.

Ia membandingkan peluang tersebut dengan kondisi pendapatan pekerja di dalam negeri yang, menurutnya, dapat membuat sebagian pekerja membutuhkan waktu panjang untuk mengumpulkan tabungan dan membeli rumah.

“Kalau sekarang mengandalkan UMR di sini, seperti yang diributkan akhir-akhir ini, kayaknya untuk nabung berat sekali. Untuk punya rumah saja perlu puluhan tahun,” ujar politisi senior Golkar yang juga kini menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Bahasa dan Keramahan Jadi Modal

Demer menyebut masyarakat Bali memiliki sejumlah modal untuk bersaing di pasar kerja internasional. Tiga hal yang disorotnya adalah kemampuan bahasa, kejujuran dan keramahan.

Menurutnya, kemampuan bahasa menjadi salah satu keunggulan tenaga kerja Bali. Namun, ketika masuk ke pasar kerja ASEAN, pekerja Bali tetap harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain, seperti Filipina dan Thailand.

“Kalau soal untuk di Indonesia kita sangat bersaing, orang Bali. Yang pertama bahasa. Yang kedua kejujurannya. Yang ketiga keramahan,” katanya.

Demer juga menyinggung pengalaman terkait tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang disebutnya relatif rendah pada sejumlah institusi keuangan yang diketahuinya.

“Orang Bali jujur. Saya dapat buktikan ini orang-orang Bali jujur. Karena ada di institusi keuangan juga, baik di LPDB maupun di perbankan, NPL yang paling kecil itu adalah orang di Bali,” ujarnya.

Sementara keramahan dinilai menjadi modal tersendiri, khususnya untuk pekerjaan yang berkaitan dengan sektor pelayanan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Ia mencontohkan kebiasaan masyarakat Bali menyapa orang lain secara spontan sebagai bagian dari karakter sosial yang dapat menjadi nilai tambah dalam dunia kerja. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini