Foto: Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, membidik 10 kursi DPRD Provinsi Bali dan menargetkan Golkar kembali meraih dua kursi DPR RI pada Pemilu 2029. Demer menekankan pentingnya konsolidasi organisasi serta kolaborasi kader Gen Z, milenial, dan senior untuk meningkatkan keterwakilan Golkar di seluruh tingkatan legislatif.
Badung, KabarBaliSatu
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif Golkar Bali pada Pemilu 2029.
Target tersebut mencakup seluruh tingkatan legislatif, mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi Bali, hingga DPRD kabupaten/kota se-Bali. Demer secara khusus menargetkan keterwakilan Golkar di DPR RI kembali menjadi dua kursi, sementara perolehan kursi DPRD Provinsi Bali diharapkan meningkat dari tujuh menjadi 10 kursi.
Komitmen itu disampaikan Demer setelah menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur Gelombang II di Hotel Bintang Bali Resort, Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Umum PP Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang juga menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Rakornis dan Bimtek ini diikuti anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari daerah pemilihan terkait, unsur BSMPG Pusat, serta perwakilan DPD Partai Golkar dari Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Sebanyak 318 orang hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali.
Demer yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu mengatakan, penurunan perolehan kursi pada Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi bagi Golkar Bali untuk menyusun strategi yang lebih terukur dalam menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Kalau Golkar Bali, kemarin (Pileg 2024) memang mengalami pengurangan kursi, baik di tingkat provinsi maupun DPR RI. Kami berusaha mengembalikan perolehan tersebut melalui kerja keras, organisasi yang solid, dan strategi yang tepat. Bahkan, kami tidak hanya ingin kembali ke posisi sebelumnya, tetapi juga berupaya menambah kursi pada Pemilu 2029,” tegas Demer.
Pemilu 2019 dan 2024 Jadi Evaluasi Golkar Bali
Perolehan kursi Partai Golkar di Bali pada Pemilu 2019 dan 2024 menjadi catatan penting bagi kepengurusan di bawah kepemimpinan Demer dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.
Pada Pemilu 2019, Golkar Bali berhasil meraih dua kursi DPR RI dari Dapil Bali dan delapan kursi DPRD Provinsi Bali. Namun, pada Pemilu 2024, perolehan tersebut turun menjadi satu kursi DPR RI dan tujuh kursi DPRD Provinsi Bali.
Artinya, dalam dua kontestasi pemilu tersebut, Golkar kehilangan masing-masing satu kursi di tingkat DPR RI dan DPRD Provinsi Bali. Penurunan ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang ingin dijawab melalui konsolidasi organisasi dan penguatan kerja politik di tengah masyarakat.
Sementara itu, di tingkat DPRD kabupaten/kota, Golkar memperoleh 59 kursi pada Pemilu 2024 yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Rinciannya, 11 kursi di Badung, 11 kursi di Buleleng, tujuh kursi di Denpasar, tujuh kursi di Karangasem, enam kursi di Jembrana, masing-masing lima kursi di Bangli dan Gianyar, empat kursi di Tabanan, serta tiga kursi di Klungkung.
Jika digabungkan, total perolehan Golkar Bali pada Pemilu 2024 mencapai 67 kursi legislatif, terdiri atas satu kursi DPR RI, tujuh kursi DPRD Provinsi Bali, dan 59 kursi DPRD kabupaten/kota.
Bagi Demer, capaian Pemilu 2019 menjadi salah satu pijakan untuk memulihkan sekaligus meningkatkan keterwakilan Golkar pada Pemilu 2029. “Target kami jelas, keterwakilan Golkar di DPR RI harus bisa kembali menjadi dua kursi. Untuk DPRD Provinsi Bali, kami berharap bisa mencapai 10 kursi. Tentu ini membutuhkan kerja keras seluruh kader, konsolidasi yang berkelanjutan, dan strategi pemenangan yang benar-benar dipersiapkan sejak sekarang,” ungkap Demer yang juga mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.
Parliamentary Threshold hingga Kabupaten/Kota, Golkar Bakal Kebanjiran Kader Baru
Selain mengandalkan konsolidasi organisasi dan kerja politik kader, Demer juga menyoroti wacana penerapan parliamentary threshold hingga tingkat kabupaten/kota.
Menurutnya, apabila kebijakan tersebut diterapkan, dinamika persaingan dan keterwakilan partai di lembaga legislatif daerah dapat mengalami perubahan. Meski demikian, Golkar tetap harus mempersiapkan diri melalui kerja nyata dan penguatan organisasi.
Demer juga mengungkapkan keyakinannya terhadap peluang bertambahnya anggota yang bergabung dengan Golkar. Ia menilai partai perlu terus membangun citra sebagai organisasi politik yang terbuka dan menjadi ruang bersama bagi berbagai kalangan.
“Dengan adanya isu penerapan parliamentary threshold sampai tingkat kabupaten/kota, kemudian juga melihat animo masyarakat terhadap Partai Golkar, kami berharap semakin banyak orang bergabung. Golkar harus dipandang sebagai partai bersama, bukan hanya milik kelompok tertentu,” ujar politisi Golkar yang sudah 5 periode sebagai wakil rakyat di DPR RI itu.
Ia melanjutkan, “Dari penurunan perolehan kursi pada pemilu sebelumnya, kami berupaya setidaknya kembali menyamai posisi sebelumnya. Bahkan, kami berkeyakinan bisa memperoleh lebih banyak kursi daripada capaian sebelumnya. Namun, semua itu harus dibuktikan melalui kerja keras dan strategi yang tepat.”
Kolaborasi Kader Muda dan Senior Jadi Modal Organisasi
Untuk mencapai target tersebut, Demer menekankan pentingnya menggabungkan energi kader muda dengan pengalaman kader senior. Menurutnya, regenerasi harus berjalan tanpa mengabaikan kontribusi generasi sebelumnya.
Ia menilai kader Gen Z dan milenial memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan partai, mengikuti perkembangan zaman, serta membangun komunikasi dengan masyarakat. Sementara itu, para senior tetap dibutuhkan sebagai sumber pengalaman, pertimbangan, dan arahan strategis bagi organisasi.
“Senior kita hormati. Namun, Gen Z yang jumlahnya sekarang hampir 73 persen, yaitu yang berumur 17 sampai umur 50, ini kami akan ajak bersama-sama. Tentu kalau yang senior, ya sebagai pengamat, sebagai pertimbangan, tentu itu sangat kita butuhkan,” tegas politisi Partai Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tersebut.
Menurut Demer, perpaduan lintas generasi harus menjadi kekuatan organisasi, bukan sumber perbedaan. Karena itu, kader muda perlu diberikan ruang untuk berkontribusi lebih besar, sementara pengalaman para senior tetap menjadi bagian penting dalam menentukan arah dan strategi partai.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam komposisi kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030 hasil perubahan yang berjumlah 108 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 orang atau 43,52 persen berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Sementara itu, keterwakilan perempuan mencapai 37 orang atau 34,26 persen.
Komposisi ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan Golkar Bali.
Penambahan Kursi untuk Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat
Demer menegaskan, penambahan kursi legislatif tidak boleh berhenti sebagai target politik semata. Lebih dari itu, keterwakilan partai di lembaga legislatif berkaitan dengan kemampuan menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme demokrasi.
Karena itu, ia meminta seluruh kader Golkar di Bali, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa, untuk terus memperkuat kerja nyata melalui karya kekaryaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan calon anggota legislatif secara matang. Para kandidat yang akan diusung pada Pemilu 2029 harus memiliki rekam jejak yang baik, dikenal masyarakat, memiliki kedekatan dengan rakyat, serta mampu memahami dan memperjuangkan kebutuhan konstituennya.
“Kita berusaha keras untuk menambah kursi. Berusaha untuk menambah kursi karena itulah sebenarnya inti dari bagaimana kita bisa menyalurkan aspirasi masyarakat dengan lebih baik dan lebih didengar,” ujar politisi berlatar belakang pengusaha sukses itu.
Ia menambahkan, kekuatan organisasi saja tidak cukup untuk mencapai target penambahan kursi. Golkar harus memastikan setiap kader yang dipersiapkan untuk maju memiliki komitmen bekerja bagi masyarakat dan mampu membangun kepercayaan publik.
Dengan konsolidasi organisasi, regenerasi yang berkelanjutan, serta persiapan calon legislatif yang terukur, Demer menargetkan Pemilu 2029 menjadi momentum bagi Golkar Bali untuk memulihkan perolehan kursi yang berkurang sekaligus memperluas keterwakilan di DPR RI, DPRD Provinsi Bali, dan DPRD kabupaten/kota se-Bali. (kbs)

