Foto: Tim Pengawasan Terpadu Satgas LPG 3 Kg Provinsi Bali turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di ibu kota provinsi, Selasa (19/8).
Denpasar, KabarBaliSatu
Kelangkaan gas melon yang belakangan dikeluhkan warga Denpasar mendapat respon cepat dari pemerintah. Tim Pengawasan Terpadu Satgas LPG 3 Kg Provinsi Bali turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di ibu kota provinsi, Selasa (19/8).
Sidak dipimpin oleh Ni Luh Putu Suratini, Pengawas Perdagangan Ahli Madya, bersama tim lintas instansi setelah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar. Lokasi yang disasar meliputi kawasan Renon, Sanur, Sesetan, dan Padangsambian.
Dari tujuh pangkalan yang diperiksa, enam dinyatakan sesuai aturan distribusi. Namun, satu pangkalan terbukti melanggar: papan pangkalan tidak dipasang pada posisi yang mudah terlihat warga dan harga jual LPG melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Fakta ini terjadi karena pangkalan mendapat suplai dari agen dengan harga di atas ketentuan resmi.
Meski demikian, tim mencatat distribusi LPG 3 kg dari agen ke pangkalan masih sesuai alokasi tanpa ada pengurangan. Beberapa pangkalan bahkan masih menyimpan stok yang belum terjual.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Disperindag Bali, Ida Ayu Putriani, menegaskan sidak ini bertujuan memastikan distribusi LPG 3 kg tetap kondusif, tepat sasaran, dan mendorong masyarakat membeli di pangkalan resmi terdekat.
Tim memberikan pembinaan langsung kepada pangkalan yang melanggar, sekaligus memanggil agen penyalur untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Agen juga diminta aktif mengawasi mitra pangkalannya agar operasional sesuai prosedur.
Sementara itu, Sales Branch Manager IV Pertamina Patra Niaga Bali, Zico Aldillah, menegaskan pihaknya akan bersikap tegas terhadap pelanggaran. “Jika ditemukan pelanggaran berat, sanksi berupa rekomendasi pencabutan hak usaha (PHU) akan diterapkan,” ujarnya.
Dengan adanya sidak ini, pemerintah menegaskan kembali pentingnya membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi. Langkah ini diharapkan bisa menutup celah permainan harga di tingkat pengecer sekaligus menjamin gas subsidi tetap sampai ke masyarakat yang berhak. (kbs)

