BerandaDaerahMenuju 100 Tahun Pariwisata Bali, Jatiluwih Fun Run 2026 Usung Sport Tourism...

Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali, Jatiluwih Fun Run 2026 Usung Sport Tourism Berkelas Dunia

Gubernur Koster Bidik 10 Ribu Pelari

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri Rapat koordinasi dengan ASITA Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, mulai mengakselerasi persiapan ajang “Jatiluwih Fun Run 2026” sebagai bagian dari strategi besar menyambut satu abad pariwisata Bali pada 2027. Rapat koordinasi yang digelar di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4/2026), menandai langkah awal kolaborasi antara ASITA Bali dan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengangkat sport tourism berbasis keberlanjutan.

Koster menegaskan, ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 ini tidak boleh sekadar menjadi event lokal. Ia mendorong agar Jatiluwih Fun Run tampil sebagai magnet global yang mampu menarik wisatawan sekaligus pelari dari berbagai negara. Target peserta pun dipandang realistis untuk melampaui 10 ribu orang, seiring dukungan penuh pelaku industri pariwisata.

“Event ini harus fokus mendatangkan peserta dari luar Bali. Kolaborasi dengan travel agent wajib diperkuat agar dampaknya langsung terasa pada kunjungan wisatawan,” tegasnya.

Selain kuantitas peserta, Koster juga menyoroti pentingnya profesionalisme penyelenggaraan. Ia meminta kesiapan teknis di lapangan dirancang matang agar event bertaraf internasional ini berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman berkelas bagi seluruh peserta.

Dukungan strategis turut datang dari Bank Indonesia Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menilai ajang ini memiliki nilai tambah kuat karena mengintegrasikan olahraga, budaya, pertanian, dan kepedulian lingkungan dalam satu pengalaman.

Ia menekankan, kawasan Jatiluwih Rice Terraces sebagai lokasi utama menawarkan lanskap persawahan kelas dunia yang selaras dengan citra Bali sebagai destinasi hijau. Karena itu, aspek keberlanjutan harus menjadi identitas utama event.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta inovasi medali berbahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol pengelolaan sampah yang progresif.

“Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menghadirkan pengalaman unik. Lingkungan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menyebut Jatiluwih Fun Run 2026 sebagai bagian dari rangkaian panjang menuju perayaan 100 tahun pariwisata Bali. Mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih, ajang ini dirancang sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan di seluruh kabupaten/kota melalui konsep sport tourism.

Jatiluwih dipilih bukan tanpa alasan. Selain berstatus situs warisan budaya dunia UNESCO, kawasan ini dinilai memiliki standar keamanan, kenyamanan, serta panorama ikonik yang mampu memberikan pengalaman berlari yang berbeda. Event ini akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum.

“Running kini telah menjadi gaya hidup global. Kami ingin menjadikannya pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi Bali ke dunia,” kata Winastra.

Panitia menargetkan sedikitnya 2.000 peserta pada penyelenggaraan tahun kedua ini, dengan optimisme jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dukungan pemerintah dan industri. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada Mei 2026.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, Jatiluwih Fun Run juga dirancang sebagai panggung pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM, sekaligus mendukung kebijakan pengurangan sampah plastik di Bali.

Dengan sinergi lintas sektor—pemerintah, industri pariwisata, dan lembaga keuangan—event ini diharapkan menjelma menjadi agenda tahunan strategis. Bukan hanya mendongkrak kunjungan wisatawan, tetapi juga mempertegas posisi Bali sebagai destinasi sport tourism dunia yang berkelanjutan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini