Foto : Ketua DPD Partai Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna (kedua dari kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua Dewan Penasehat IB Ketut Kiana dalam peringatan HUT ke-19 Partai Hanura, Minggu (11/1/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Bali berlangsung sederhana, namun sarat makna politik. Bertempat di Kantor DPD Hanura Bali, Jalan Imam Bonjol, Pemecutan Kelod, Denpasar, Minggu (11/1/2025), puluhan kader hadir dengan antusias, menandai kuatnya semangat kebersamaan pasca terbentuknya kepengurusan baru.
Meski secara resmi HUT Hanura jatuh pada 21 Desember 2025, perayaan dilakukan secara nasional sepanjang Januari 2026. Di Bali, momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal sekaligus peneguhan kembali identitas partai yang mengusung politik berbasis hati nurani rakyat.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, S.E., S.Kom. Potongan tumpeng diserahkan kepada Ketua Dewan Penasihat DPD Hanura Bali Ida Bagus Ketut Kiana, S.H., dan Ketua Dewan Pakar DPD Hanura Bali Dr. Drs. Nengah Renaya, S.H., S.Pd., M.Kn., M.Hum., sebagai simbol penghormatan, kesinambungan, dan kebersamaan lintas unsur partai.
Dalam sambutannya, Gde Wirajaya Wisna menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Hanura yang telah memasuki usia 19 tahun. Ia mengapresiasi loyalitas kader yang tetap hadir meski perayaan dilakukan secara sederhana. Wirajaya juga menegaskan peran Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), sebagai motor penggerak semangat kader hingga ke daerah.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Oesman Sapta Odang, Hanura terus diarahkan menjadi partai yang konsisten memperjuangkan hati nurani rakyat. Semangat itu kami rasakan hingga ke daerah, termasuk di Bali,” ujarnya.
Menurut Wirajaya, HUT ke-19 menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meneguhkan komitmen politik kader Hanura Bali agar terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata, bukan sekadar simbol dan jargon.
Sekretaris DPD Hanura Bali, Wayan Buda Parwata, S.P., menekankan pentingnya disiplin organisasi dan konsistensi kerja politik kader, baik yang berada di struktur partai maupun yang duduk di lembaga legislatif. Ia mengingatkan agar seluruh aktivitas kader dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari penguatan organisasi.
“Kegiatan sebagai anggota DPRD maupun kerja-kerja sosial di masyarakat harus tetap dijalankan dan dilaporkan. Ini penting agar roda organisasi bergerak seirama dari pusat hingga daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat DPD Hanura Bali, Ida Bagus Ketut Kiana, mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan internal. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang justru menggerus kekuatan politik partai.
“Kalau internal tidak solid, suara kita akan tergerus. Karena itu kader harus kompak dan mulai memperkuat basis di desa serta daerah pemilihan masing-masing,” ujarnya.
Ketua Dewan Pakar DPD Hanura Bali, Dr. Nengah Renaya, mendorong Hanura untuk semakin membumi melalui kerja-kerja konkret di tingkat desa. Ia menegaskan bahwa pendekatan sosial dan pemberdayaan masyarakat adalah kunci membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
“Partai harus turun ke desa dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan kerja nyata dan konsisten, Hanura akan semakin dipercaya rakyat,” kata Renaya.
Peringatan HUT ke-19 Hanura di Bali ini tak sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi politik, penguatan solidaritas, dan peneguhan arah perjuangan partai. Dalam suasana hangat dan penuh optimisme, Hanura Bali menegaskan tekad untuk tetap solid dan bergerak bersama rakyat di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang. (kbs)

