BerandaDaerahRatusan Pelajar dan Warga Denpasar Ikuti Susur Mangrove HUT ke-238 Kota Denpasar

Ratusan Pelajar dan Warga Denpasar Ikuti Susur Mangrove HUT ke-238 Kota Denpasar

Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat membuka kegiatan Susur Mangrove dan aksi bersih pesisir di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Pemogan, Kamis (19/2/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar menggelar kegiatan Susur Mangrove sekaligus aksi bersih pesisir, Kamis (19/2/2026), di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Pemogan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan diikuti sekitar 200 peserta, mulai dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas pecinta lingkungan, hingga Sekehe Teruna-Teruni se-Kota Denpasar. Fokus utama kegiatan ini adalah pembersihan sampah plastik di Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Walikota Jaya Negara menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan kawasan mangrove. “Pesan utama dari Lomba Susur Mangrove adalah agar masyarakat, terutama yang berada di hulu maupun Kota Denpasar, tidak membuang sampah ke sungai. Dampaknya akan terasa langsung di hutan mangrove, padahal ekosistem ini memiliki potensi luar biasa, termasuk sebagai tumpuan ekonomi dan ekologi bagi komunitas nelayan,” ujarnya.

Selain fungsi ekologis dan ekonomi, hutan mangrove juga menjadi daya tarik wisata bagi pencinta alam. “Jika kawasan mangrove terjaga kebersihannya, tentu akan semakin banyak pengunjung yang datang untuk menikmati lingkungan yang asri ini. Mari kita jaga bersama dengan tidak membuang sampah ke sungai,” tambah Jaya Negara.

Antusiasme tinggi terlihat dari para pelajar yang berpartisipasi. Selama kegiatan, mereka tidak hanya menikmati keindahan mangrove, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi pungut sampah sambil bersaing mengumpulkan sampah terbanyak di area tersebut.

Kepala DPKP Kota Denpasar Ida Bagus Mayun Suryawangsa menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial ulang tahun, tetapi juga bagian dari edukasi lingkungan. “Susur Mangrove bertujuan menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan pesisir dan habitat pantai. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak dini, terutama bagi pelajar dan remaja, agar memahami manfaat besar dari habitat pantai kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, sasaran utama kegiatan adalah menekan masuknya sampah plastik ke kawasan mangrove. Dengan lingkungan bersih, keberlangsungan biota laut dan fungsi lindung mangrove dapat terjaga secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, termasuk UU No. 32 Tahun 2004 tentang Kelautan, Perda No. 6 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega, serta Peraturan Wali Kota Denpasar No. 54 Tahun 2025.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, serta tokoh masyarakat pesisir, menunjukkan sinergi pemerintah dan komunitas dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Denpasar. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini